RS “Rizki Bunda Caplok Trotoar Buat Lahan Parkir” Penegak Hukum Tutup Mata

56

FOKUS BERITA NASIONAL | KABUPATEN AGAM – SUMATERA BARAT – Rumah Sakit Rizki Bunda yang berada di Jalan Gajah Mada, Lubuk Basung Agam Sumatera Barat, diduga telah menggunakan bahu jalan trotoar, digunakan sebagai lahan parkir. “menjadi pertanyaan publik”.

Dikatakan MN, salah satu dari masyarakat mengatakan, ketersediaan fasilitas trotoar merupakan hak pejalan kaki, hal tersebut tertuang dalam Pasal 131 ayat (1) UU LLAJ” Ini artinya”trotoar” diperuntukkan untuk pejalan kaki, bukan untuk kepentingan pribadi”.

Dalam Pasal 25 ayat (1) huruf h. UU LLAJ, bahwa setiap jalan yang digunakan untuk lalu lintas umum wajib dilengkapi dengan perlengkapan jalan, yang salah satunya berupa fasilitas pendukung kegiatan lalu lintas dan angkutan jalan yang berada di jalan dan di luar badan jalan.

Ini artinya, sebagai salah satu fasilitas pendukung jalan, trotoar juga merupakan perlengkapan jalan” Masih berkaitan dengan trotoar sebagai perlengkapan jalan, berdasarkan Pasal 28 ayat (2) UU LLAJ, setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan pada fungsi perlengkapan jalan.

Ada 2 (dua) macam sanksi yang dapat dikenakan pada orang yang menggunakan trotoar sebagai milik pribadi dan mengganggu pejalan kaki:

1. Ancaman pidana bagi setiap orang yang mengakibatkan gangguan pada fungsi perlengkapan jalan adalah dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp. 24.000.000,00 (dua puluh empat juta rupiah) (Pasal 274 ayat (2) UU LLAJ).

Atau 2. Setiap orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan pada fungsi Rambu Lalu Lintas, Marka Jalan, Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas, fasilitas Pejalan Kaki, dan alat pengaman Pengguna Jalan, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp. 250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah) (Pasal 275 ayat (1) UU LLAJ.

Selanjutnya kami juga akan menjawab pertanyaan Anda berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan (“PP Jalan”). PP Jalan ini salah satunya mengatur tentang bagian-bagian jalan yang meliputi ruang manfaat jalan, ruang milik jalan, dan ruang pengawasan jalan (Pasal 33 PP Jalan).

Berdasarkan Pasal 34 ayat (1) PP Jalan, ruang manfaat jalan meliputi badan jalan, saluran tepi jalan, dan ambang pengamannya. Lebih lanjut, ruang manfaat jalan itu hanya diperuntukkan bagi median, perkerasan jalan, jalur pemisah, bahu jalan, saluran tepi jalan, trotoar, lereng, ambang pengaman, timbunan dan galian, gorong-gorong, perlengkapan jalan, dan bangunan pelengkap lainnya [Pasal 34 ayat (3) PP Jalan].

Fungsi trotoar pun ditegaskan kembali dalam Pasal 34 ayat (4) PP Jalan yang berbunyi: “TROTOAR” sebagaimana dimaksud pada ayat (3) hanya diperuntukkan bagi lalu lintas pejalan kaki.

Ditambahkanya lagi, dengan di pakainya trotoar buat lahan pakir RS. Rizki Bunda, berapa mediapun sudah menayangkanya’namun ironisnya belum ada tagapan serius dari intasi terkait”ujarnya”.

Terkait di pakainya Jalan Trotoar oleh RS. Rizki Bunda, bahkan awak media online fokusberitanasional.com, mencoba menyabangi intasi terkait, mulai dari jajaran Seketaris Daerah, Dinas Perubunggan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sampai Dinas Kesehatan” Melaluai (WhatsApp). Sama sekali tidak memberikan jawaban atas konfirmasi tersebut, sampai berita ini di tayangkan. (zaherman)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini