RSUD Karawang Usir Paksa Pasien BPJS: Kondisi Udin Masih Tergolek Lemah Pasca Operasi

61

RSUD Karawang Usir Paksa Pasien BPJS: Kondisi Udin Masih Tergolek Lemah Pasca Operasi

FOKUS BERITA NASIONAL | KABUPATEN KARAWANG – Tindakan dan Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang, yang diduga telah mengusir paksa salah satu pasien yang berstatus BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) atas nama Udin.

Pengusiran yang dilakukan pihak RSUD, mendapat tanggapan pihak BPJS Kesehatan Kabupaten Karawang. Taufik, selaku frontliner BPJS Kesehatan Karawang menyebutkan, bahwa ulah RSUD Karawang yang usir pasien miskin, karena jatah waktu perawatan sudah mencapai satu minggu lamanya, adalah perbuatan tidak sesuai dengan ketentuan dan peraturan tentang kesehatan.

Menurut Taufik, program JKN, KIS atau BPJS PBI tidak menerapkan adanya aturan mengenai patokan jatah lama rawat inap. “Tidak ada aturannya, seorang pasien BPJS di jatah waktunya dalam rawat inap,” ujarnya. Selasa (15/1/2019).

Lanjut Taufik, pulangnya seorang pasien BPJS dari ruang rawat inap menyesuaikan dengan kondisi kalau sudah dinyatakan pulih dan siap pulang oleh dokter. Kesimpulannya, tidak ada jatah waktu untuk rawat inap.

Lebih lanjut, Ia menuturkan, permasalahan tindakan medis di RS sepenuhnya wewenang dokter di RS tersebut. “Kami tidak bisa intervensi medis, namun yang jelas tidak ada patokan jatah waktu dalam rawat inap,” tandasnya.

Sebelumnya, pasien bernama Udin warga Desa Lemahduhur, Kecamatan Tempuran, diusir dari ruang rawat oleh pihak RSUD Karawang, karena jatah rawat inap selama seminggu untuk pasien BPJS sudah habis. Padahal, kondisi Udin masih tergolek lemah pasca operasi buah zakar. (Red-FBN)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini