12/03/2022
Post Visitors:64

FBN – Pidie Jaya || pasangan suami istri (Pasutri) Razali sering disapa Cek Li bersama istrinya Nurhayati warga Gampong Meunasah Mulieng kemukiman Beuracan kecamatan Meurudu kabupaten Pidie Jaya, Kamis (12/11/2020) Yang saat ini menepati rumah Tak layak huni, itu pun pemberian dari kakaknya Ramli.

Menurut keterangan Kamariah pemilik Rumah tersebut, Rumahnya sudah beberapa kali difoto oleh petugas, namun hingga kini bantuan tersebut tidak kunjung datang,
Kami hanya menunggu bantuan program dari pemerintah”.,tuturnya kepada awak media dihalaman rumahnya.

Razali bersama istrinya hidup dalam serba kekurangan, pasangan suami istri tersebut kedua-duanya tunanetra, yang mempunyai 4 orang Anak, alangkah sayang nya anak Razali yang pertama Ifan Maulana kelahiran tahun 2005, Tamatan SMP, saat ini mareka tidak Berlanjut lagi ke SMA karena faktor ekonomi tidak mampu untuk membiayai keperluan mareka kesekolah, Anak yang kedua Amira Asyiva kelahiran 2013, sekarang ini masih kedudukan dibangku kelas lll SD, sedangkan anak ke 3 Oja Mujayani kelahiran 2015, saat ini mareka belajar sekolah TK, yang ke 4 Muhammad Alfathih usia 7 bulan, yang saat ini belum terdata dalam kartu keluarga (KK).

Dalam kunjungan Bripka Jonni Rahmad, Staf Bagsumda Polres Pidie Jaya dimpingi sejumlah awak media, Jonni membawa sedikit sumbangan berupa uang, yang diberikan kepada keluarga tersebut, dalam kunjungan tersebut, jonni Mengatakan, kita akan berusaha saksimal mungkin untuk membantu keluarga tuna netra, sehingga anak mareka tidak putus sekolah, ungkap jonni pada pada Razali dihadapan wartawan.

Ditempat yang sama Jonni juga menjelaskan, berusaha membantu keluarga tersebut dengan cara menggalang dana,
Namun selama ini Jonni telah membuka buku bank BRI Syariah 1049452922 atas nama Jonni Rahmad yang bisa digunakan dermawan untuk membantu keluarga Tuna netra,”Imbuhnyan Jonni.

Razali mengatakan dalam kunjungan Hari ini Sangat berterima kasih yang telah peduli nasib keluarga kami, yang begitu sulit dalam segala bidang baik kendala dengan tempat tinggal maupun segi ekonomi juga sangat minim, hingga saat ini saya mulai buat satu gubuk menerima pasien pijat, demi mencari sesuap nasi untuk keluarganya. Kata nya Razali dengan nada sedih, pada media online Fokus Berita Nasional. (Wanis Pijay)

%d blogger menyukai ini: