Sahbuddin Wakil Rakyat Kota Bima Yang Memotivasi Para Peternak Sapi

Sahbuddin Anggota DPRD Kota Bima Periode 2019 – 2024 Dari Partai Gerindra

KOTA BIMA – FBN | Luar biasa, begitu kalimat yang pantas disematkan untuk Anggota DPRD Kota Bima Periode 2019 – 2024 yang satu ini. Bagaimana tidak, selain sehari – hari mengurus konstituennya di lembaga legislatif, Sahbuddin juga memotivasi warga di daerah kelahirannya untuk beternak sapi. Kesungguhanya ini tentu saja memberi hasil dan keuntungan bagi warga sekitar.

Saat di temui di kandang sapi binaanya di kelurahan Ntobo, Sabtu (1/1/ 2020). Sahbuddin nampak sibuk mengurus pakan ternak. Ditemani oleh anggota Gapoktan binaannya, dengan istri tercinta, Anggota Dewan dari Partai Gerindra tersebut terlihat begitu bahagia melakukan pekerjaannya bersama ternak, disela – sela aktivitasnya sebagai wakil rakyat.

Budi, begitu ia disapa mengakui, Gapoktan yang ia bina ada tiga, tersebar di tiga wilayah lingkungan Rt. Masing – masing Gapoktan tersebut sedang sibuk untuk menggemukan sapi.

Budi sapaannya, menyebutkan Gapoktan tersebut tersebar di Rt 07, dengan jumlah sapi yang di ternak sebanyak 56 ekor. Di Rt 03, sebanyak 15 ekor dan di Rt 13 sebanyak 15 ekor. Saat ini kondisi sapi sudah semakin membesar, sejak akhir tahun 2019 mulai di lakukan penggemukan.

Saya mulai membina warga beternak sapi sejak september 2019. Saya bangun kandangnya, kemudian saya urus pinjaman dana KUR BNI. Alhamdulillah, ini berjalan dengan baik, ungkap Budi.

Ia menyebutkan, tiga Gapoktan yang dibinanya saat ini masing – masing memiliki sejumlah sapi, berkat bantuan dana KUR BNI. Satu orang, memiliki 3 – 4 ekor sapi, dari dana Rp. 20.000.000 diperoleh dari bantuan Bank tersebut.

Sebelumnya, terang pria yang juga akrab dengan awak media tersebut, warga di kelurahan nya hanya menjadi buruh tani. Kemudian menaruh perhatian nya untuk membina mereka untuk bisa berbuat dan menghasilkan tambahan pendapatan. Tujuan saya hanya satu, ingin merubah pola hidup masyarakat, agar ada tambahan pendapatan, terangnya.

Kendati ada satu kelompok ternak yang dibina oleh pemerintah melalui Dinas Pertanian dan Peternakan, namun saat ini tidak berkembang dengan baik. Dari itupun ia mendorong warga beternak sapi, terlebih di kelurahan nya begitu melimpah bahan makanan untuk ternak, maka terus mendorongnya untuk bisa segera mulai melakukan pembinaan.

Soal perhatian pemerintah sambung Budi, melalui Dinas terkait saat ini baru bisa memberikan pembinaan. Bahkan beberapa pekan yang lalu, dirinya menerima kedatangan OJK dan Bank Indonesia untuk memberikan pelatihan pembuatan pakan ternak. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bank BNI Cabang Bima “Kalo bantuan dana belum ada, ucapnya”.

Menurut dia, sejak fokus beternak dan membantu para peternak, ia merasa usaha yang dilakukan ini akan memberi hasil maksimal. Mendekati lebaran haji tahun ini, ratusan sapi sudah layak untuk di jual. Hitung – hitungan bisnisnya, satu ekor keuntungan kotor bisa mencapai Rp 3 – 4 juta. “Sekarang juga bisa, tapi harganya masih rendah, sebutnya”.

Ia menambahkan, yang dilakukan ini hanya penggemukan sapi. Setelah laku terjual, Gapoktan binaanya kembali mencari bibit baru si peternak seperti di Sape, Wera, Sila dan Dompu.

Di tempat yang sama, salah seorang peternak binaan Budi, Arsyad mengaku dirinya dulu hanya buruh tani. Kemudian di ajak sama Budi untuk bangun kandang, dan beternak sapi. “Sekarang dengan adanya kandang beralih ke peternak. Saya punya tiga ekor sapi, sehari – hari mengurus sapi” katanya.

Arsyad pun menguji apa yang dilakukan oleh Budi. Menurutnya, perhatian wakil rakyat itu begitu luar biasa. Memberikan dan menciptakan lapangan kerja untuk warga dan pemberdayaan.
“Kami sangat merasa sangat bersyukur, Budi telah memberikan perhatiannya untuk kami, ucap Arsyad. (Red-FBN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *