Sanggar Jingga Pebayuran, Wadahi Seni Musik Tradisional dan Modern “Berharap Pemerintah Terbangun Dari Tidur”

95

KAB.BEKASI, FOKUS BERITA NASIONAL |
Sanggar jingga yang mewadahi kesenian dan kebudayaan di pebayuran kab bekasi yang sudah berdiri dari tgl 18/08/2016 butuh kehadiran dan kontribusi pemerintah dan orang tua asuh dalam pengembangan dan kemajuan sanggar.

Harun Hambali yang sering di panggil (bang harun) selaku konsultan dari sanggar jingga saat berbincang dengan awak media fokus berita nasional Sabtu (27/7/2019).

“Kami sangat mengharapkan hadirnya pemerintah / dinas terkait di bidang pariwisata dan kebudayan untuk berkontribusi di dalam pengembangan dan kemajuan sanggar jingga ini agar terus exist dalam mempertahankan dan memperkenal kesenian dan kebudayaan tradisional maupun modern, ucapnya.

Meskipun belum lama berdiri sanggar jingga sudah bisa ikut berkontribusi dalam memperkenalkan dan mempertahan keseniaan dan kebudayan tradisional dan modern, bahkan sudah ke tingkat kabupaten dan provinsi, dan juara 4 di band etnik kolabirasi untuk tingkat provinsi.

Sangar jingga sendiri memiliki anggota sanggar 132 anggota sanggar, yang terdiri dari Tari, entik kolaborasi, band, dan calung, dan sudah mendapat piagam penghargaan penghargaan untuk konsistensi dan terbaik, dan sanggar jingga sendiri sudah di aktekan legal dan berbadan hukum.

Bang Manto sebagai pimpinan sanggar jingga Mengatakan ke awak media fokus berita nasional Sabtu (27/7/2019).
“Untuk segala kegiatan dan pengembangan dalam kamajuan sanggar jingga ini terutama untuk segi materi kami selalu patungan untuk biaya transport dan lainnya, kita sudah mengajukan proposal ke dinas terkait sampai kami ajukan ke legislatip namun semua’@ belum terealisasi, ucapnya.

Di setiap kami ada undangan untuk tampil di antar kota atau provinsi terkadang sering tidak jadi ikut di karenakan kurangnya anggaran untuk ikut berpartisipasi, kami sangat mengharapkan orang tua asuh untuk sanggar jingga ini, masih ucap manto.

” Rahmat hidayat Humas Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi mengatakan “sungguh sangat miris dan ironis karena dalam hal ini Sanggar Jingga merupakan salah satu aset seni di Kabupaten Bekasi yg harus mendapat perhatian dan pembinaan dari pemerintah daerah khususnya dinas terkait,dinas budaya dan pariwisata” Ucapnya.

Reporter: Juhery

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini