Satpol PP Kabupaten Buru Dipermalukan Akibat Ulah Salah Satu Mantan Staf Bendahara Karena Berhutang

56

KAB. BURU, FOKUS BERITA NASIONAL | Dinas Satpol PP Kabupaten Buru dipermalukan Akibat Ulah Salah Satu Mantan Staf Bendahara Karena Berhutang. FOKUS BERITA NASIOANAL.COM- NAMLEA Kabupaten Buru. Dinas Satpol PP Kabupaten Buru dipermalukan Akibat Ulah Salah Satu Mantan Staf Bendahara Karena Berhutang diluar.
Selasa 3 September 2019.

Peminjaman yang yang dilakukan oleh salah satu mantan staf bendahara Satpol PP berinisial (S) senilai 225 juta itu saya tidak tau sampai kesitu. Karena saya baru menjabat “Beber Kadis Satpo PP Karim Wamnebo.

Menurutnya, transaksi peminjaman uang yang dilakukan oleh (S) merupakanan suatu tindakan kejahatan, karena secara adminitrasi cap itu bisa dilakukan hanya atas nama dinas, dan bukan atas nama bendahara, kalaupun itu harus diketahui oleh pimpinan. “Kata Karim.

Ini dia yang pinjam, dia yang cap, dia juga yang bertindak selaku pimpinan.”tambahnya.

Karim juga menyatakan kepada wartawan “Sodara bisa bertanya kepada (S) apakah peminjaman yang dilakukan olehnya mengatasnamakan siapa. Jadi saya tidak tau menau sampai kesitu, “tegasnya.

Sementara itu pengacara muda Yanto Laralatu, SH menjelaskan bahwa dirinya telah melakukan komunikasi dengan Kadis Satpol PP.

Karim Wamnebo yang merupakan pimpinan satpol pp dengan bahasa yang sama, bahwa ia katakan tidak tau dengan persoalan peminjaman yang dilakukan itu utuk apa. Kalaupun mau digantikan maka secara manusiawi akan kami gantikan. “Kata Karim kepada pengacara tersebut.

Lebih lajut Yanto Laralatu pengacara dari korban katakan “kalau saja masalah ini tidak terselesaikan maka kami akan melaporkan ke polres.

Asdar yang merupakan korban dari pemilik uang menyatakan dirinya berharap bahwa uang dipinjamkan bisa dikembalikan dengan cara yang baik. Jangan hanya tau meminjam uang saja baru tidak ada etika mengantikannya.

Padahal uang yang dipinjamkan itu katanya untuk keperluan dinas.

(S) yang waktu itu menjabat selaku bendahara satpol pp dengan cakapnye menyatakan kepada Asdar, pimpinannya Said Behuku telah mengetahuinya kalau dirinya ada melakukan peminjaman untuk keperluan dinas. Waktu itu Said Behuku masih menjabat sebagai kepala dinas satpol pp.

Asdar katakan bukti kwitansi peminjaman uang ada pada saya dengan mengunakan cap dinas sama materai 6000.

Peminjaman uang itu dari tahun 2018 bulan september, sampai detik ini belum ada yang gantikan sedikitpun untuk beta.

Sampai jika masalah ini tidak terselesaikan maka beta akan melakukan proses pelaporan pada jalur hukum. “Ungkap Asdar. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini