Satu Keluarga Tinggal di Rumah Tidak Layak Huni: LSM Garuda RI “Minta Pemerintah Segera Turun dan Jangan Tutup Mata”

61

FOKUS BERITA NASIONAL | KABUPATEN AGAM, SUMATERA BARAT – Rumah Tidak Layak Huni yang ditempati oleh seorang kepala keluarga di Jorong, Baruah Nagari Padang Tarok, Kecamatan Baso Kabupaten Agam. Jumat (1/3/2019). sangat memperihatinkan.

Pasalnya salah satu rumah yang diketahui “berdiding papan, milik seorang kepala keluarga bernama zefri (44th) warga Jorong Baruah Kanagarian Padang Tarok, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam Sumatera Barat. Tinggal bersama satu orang istri serta empat orang anaknya. Dua orang putri dan dua orang putra, yang sekarang menepati rumah tidak layak huni dan keadaannya sudah sangat mengkhawartirkan.

Dari pihak pemerintah Desa maupun Pemerintah Kbupaten ternyata belum ada sama sekali bantuan dan uluran tanggan. Bahkan program Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RUTILAHU) belum pernah sampai menyentuh rumah Zefri.

Bagian dalam rumah yang sudah tak layak huni, nampak dinding papan yang sudah bolong serta lantaipun beralasan tanah, kamar mandipun tidak ada, serta tempat tidur yang beralaskan tikar.

Zefri mengatakan kepada awak media fokusberitanasional.com, Jumat (1/3/2019). Bahwa selama ini belum pernah ada bantuan dari Pemerintah Desa ataupun Pemerintah Kabupaten. Zefri juga merasa khawatir jika suatu saat nanti rumah yang ditepati akan amburuk, apalagi di saat musim penghujan, rasa takut selalu menghatuai kami.

“Pasalnya, kami mendirikan bagunan ini di tepi tebing yang tinggi, di karenakan saya ngak punya tanah buat membanggun”

Ya seperti ini rumah saya, tidak ada bantuan apapun baik dari pemerintahan desa maupun daerah pak, padahal rumah saya ini sudah sangat tidak layak di huni, saya juga takut kalau sewaktu- waktu rumah ini ngak bisa di tepati Sedangkan untuk makan saja saya sangat susah.

Ditambah lagi, biaya empat anak saya yang masih sekolah, dua orang di MtsN dan dua orang masih sekolah dasar. Sedangkan saya berkerja sebagai seorang buruh tani, mukin dengan teesan air mata, kami bermohon bantuannya dari pemerintah kecamatan maupun daerah, sampai pemerintah pusat.

Dan saya tidak pernah menerima Bantuan Beras Raskin, yang sekarang sudah menjadi Program PKH (Program Keluarga Harapan), serta batuan dari pihak sekolah seperti Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Bermacam cara saya sudah usahakan namun ironisnya tidak pernah dapat pak.

“Saya sangat khawatir dengan keadaan rumah saya ini, serta masa depan anak anak saya”

Saya takut, anak-anak saya ini sekolahnya putus di tenggah jalan, dan kalau saya rehab rumah saya ini “tetapi tidak ada biaya, sedangkan untuk makan pun susah” imbuhnya”zefri” sambil mengeluarkan tetesan air mata, Kepada awak media fokosberitanasional com.

Hasil Patauwan awak media fokusberitanasional.com bersama Ketua LSM Garuda RI, Wilayah Sumatera Barat. Jumat (1/3/2019) kira-kira pukul 13.00 wib,
Rumah yang di tepati oleh keluarga Zefri yang berukuran (7×8).

Bangunan tersebut dihuni satu Keluarga, yang berisikan 6 orang, sudah selayaknya mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Provisi, bahkan sampai Kepusat.

Pasalnya, selain rumah kondisinya yang sudah tidak memadai lagi, rumah tersebut berdiri di tepi tebing, yang sangat mengkhawatirkan lagi, di saat musim penghujan, kita sangat tidak berharap suatu hal terjadi, yang bisa berakibat faktal, Pukas BJ. (zaherman)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini