12/03/2022
Post Visitors:24
Proyek dengan judul Penataan Halaman SDN Kertajaya 04, dengan pagu anggaran Rp.138.200.738,7 melalui Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang. Nomor : PG.02.02/230/SPK/UPTBANGUNAN.III/2022. Lama pekerjaan 45 hari kalender. Dengan pemenang proyek CV. SAYAGA MANDRAGUNA.

FBN – Pekerjaan pemasangan Paving Block di SDN Kertajaya 04 Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, yang hampir selesai mendapat sorotan dan komentar keras Yusuf Supriyatna dari LSM SIRA (Suara Independen Rakyat Adil) dan Lupust Sekretaris GIBAS Sektor Pebayuran. Kamis (24/11).

Proyek dengan judul Penataan Halaman SDN Kertajaya 04, dengan pagu anggaran Rp.138.200.738,7 melalui Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang. Nomor : PG.02.02/230/SPK/UPTBANGUNAN.III/2022. Lama pekerjaan 45 hari kalender. Dengan pemenang proyek CV. SAYAGA MANDRAGUNA.

“Yusuf Supriyatna sebagai Koordinator Jabar DPP LSM SIRA menyampaikan komentar dan tanggapannya kepada awak media FBN, untuk pemasangan Paving Block di SDN Kertajaya 04 ini bentuk dari lemah dan kurangnya Pengawasan dari pihak Dinas terkait, diduga “Pengawas dan Konsultan bekerjasama dengan Kontraktor”.

“Masih menurut Yusuf Supriyatna,
pemasangan Paving Block yang tidak menggunakan LPB, hanya menggunakan Abu Scrining yang ketebalanya pun cuma hanya 3 sampai 4 cm, itupun tidak di Stamper, dan para pekerjanya juga terlihat tidak memakai APD (Alat Pelindung Diri), padahal ini sudah di atur dalam Undang-Undang Permenaker No 4 Tahun 1987 tentang P2K3, Diantaranya ialah Undang-Undang No 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, Permenaker No 5 Tahun 1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Permenaker No 4 Tahun 1987 tentang Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3),”jelasnya.

“Patut di pertanyakan akan kualitas dan mutunya, karena dengan adanya LPB (Lapisan Pondasi Bawah) terlebih dahulu pastinya akan memperkuat rekatan Abu Scrining yang di sebut LPA (Lapisan Pondasi Atas) dengan Paving Block dan untuk batas sisi Paving Block tidak memakai besi selup, hanya pakai pasangan batu dan adukan semen.

Kami selaku pegiat sosial dari LSM SIRA,” Social Of Change”, akan segera menyikapi dan mengawal kegiatan ini ke Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang untuk mempertanyakan kepada PPK (Pejabat Pembuatan Komitmen),”tambahnya.

Hal senada juga di sampaikan oleh Lupust selaku Sekretaris Gibas Sektor Pebayuran, dia mengatakan bahwa pekerjaan Paving Blok di SDN Kertajaya tidak sesuai Rancangan Anggaran Biaya (RAB) dan menurut dugaannya pengawas, konsultan tidak becus menjalankan tupoksinya.

“Menurut dugaan saya proyek ini mah proyek amburadul karena dalam pengerjaannya tidak sesuai RAB, baik Pengawas dan Konsultan tidak pernah ada dilokasi kegiatan, jadi apa kerjaan mereka, soalnya sudah beberapa kali saya ke lokasi selalu tidak ada, setahu saya salah satu tugas mereka memberikan arahan bagi pelaksana maupun pekerjanya agar sesuai dengan RAB dan menurut dugaan saya Pengawas dan Konsultan ada main dengan kontraktor,”tegas Lupus.

“Saya berharap mereka jangan bersifat Apatis lah, jangan cuma cari untung gede doang tapi kerjaannya gak bermutu dan asal jadi, harapan saya untuk Dinas terkait agar mengevaluasi ulang pekerjaan Paving Block di SDN Kertajaya 04,”harapnya.

Hingga sampai berita yang kedua ini terbit baik Pengawas maupun Konsultan tidak ada tindakan sama sekali untuk memberikan pengarahan kepada Pelaksana ataupun pekerjanya dan juga bisa memberikan komentarnya agar dalam pemberitaan bisa berimbang, perihal tidak menggunakan Landasan Pondasi Bawah (LPB).

Alangkah mirisnya untuk pekerjaan Paving Block SDN Kertajaya 04 yang di duga sudah melenceng dari speksifasi atau RAB, Seharusnya Pihak Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang segera turun ke lokasi dan segera mengevaluasi ulang kegiatan penataan halaman tersebut bila perlu tindak tegas bagi kontraktor nakal. (R3d)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: