Sejumlah Karyawan Kecewa Terhadap BPJS Kesehatan Cabang Cikarang

56

FOKUS BERITA NASIONAL | KABUPATEN BEKASI – Calon Anggota Legislatif dari kalangan serikat pekerja merasa kecewa dengan pelayanan BPJS Kesehatan Cabang Cikarang, selama ini. Pasalnya, pelayanan pekerja yang masuk dalam peserta BPJS Kesehatan belum maksimal dirasakaan para pekerja yang dilindungi oleh BPJS kesehatan.

“Banyak pekerja yang penghasilannya Rp. 4 juta ke atas, mendapatkan pelayanan kelas satu, tapi pas berobat ke rumah sakit, kamarnya penuh, akhirnya mendapatkan pelayanan kelas tiga,” sesal caleg Golkar Kabupaten Bekasi, Efendi Subandono.

Padahal, setiap bulannya para pekerja mendapatkan potongan sebesar satu persen dari gajinya. Seharusnya, rumah sakit tak ada alasan tidak melayani para pekerja yang masuk dalam golongan kelas satu. “Ternyata banyak rumah sakit penuh, jadi karyawan mendapatkan pelayanan kelas tiga dan mereka tidak complain dan menghujat BPJS,” ujarnya.

Tak hanya itu, para pekerja juga disulitkan dengan fasilitas yang disediakan rumah sakit. Ternyata, kata Efendi, banyak rumah sakit di Kabupaten Bekasi yang tidak memiliki ruang ICU, Nicu dan Picu. “Seperti alat pemacu jantung, kita bawa ke Karya Medika tidak ada, yang ada di RS Adam Thalib, tapi sayang tidak bekerjasama dengan BPJS Kesehatan,” sesalnya.

Seharusnya, saran Efendi, masalah tersebut tidak terjadi jika ada koordinasi antara rumah sakit dengan BPJS soal kelengkapan fasilitas. “Ya teknisnya kan bisa dibicarakan antar dua pihak itu,” tambahnya. Namun, caleg partai beringin itu juga mengakui jika aturan BPJS Kesehatan di wilayah dan kota terkendala dengan aturan pusat.

Namun hal tersebut tak menjadi alasan pihak BPJS Kesehatan untuk berkilah. “Ya bisa diskusikan dengan pusat jika di Kabupaten Bekasi kan jumlah pekerjanya itu paling banyak dengan wilayah lain, harusnya ada otonomi pelayanan BPJS Kesehatan di sini,” tandasnya. (Red-FBN)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini