Sekda Batubara Segera Evaluasi Pejabat Inspektorat

56

KAB. BATUBARA, FOKUS BERITA NASekretaris Daerah (Sekda) kabupaten Batubara, Sakti Alam Siregar mau tak mau harus kembali memutar otak dan ‘mencuci gudang’ setelah melantik 86 pejabat barunya di lingkungan pemkab Batubara, pada senin,15 Juli 2019 yang lalu.

Sekretris Daerah Kabupaten Batubara, Sakti Alam Siregar

Sejalan dengan arahan Bupati, rencana Sekda Batubara akan kembali membersih-bersihkan pejabat yang memiliki rekam jejak buruk.

Sekretaris Inspektorat Kabupaten Batubara, Pangeran Riadi Gunawan Siagian, adalah salah satu dari 86 pejabat Batubara yang baru saja dia lantik, kini akan menjadi target pembersihan gudang di Inspektorat, sebab Pangeran pernah menjadi tersangka dalam kasus pemalsuan SK Walikota Siantar untuk PNS Siluman.

Dia (pangeran) juga memalsukan SK Wali Kota No : 824/270/IV/WK tertanggal 27 April 2012, tentang penugasan seorang ‘PNS Siluman’ atas nama Ida Siagian ke SMKN 3 Pematang S Siantar.

Sesuai pengakuan Pangeran setelah dirinya ditangkap dan dijadikan sebagai tersangka oleh Kepolisian Siantar pada 14 Oktober 2012 lalu, pemalsuan surat penugasan Ida Siagian itu dilakukannya dengan cara menscanning tanda tangan wali kota, stempel Pemko Siantar dan mencetaknya di lembaran SK palsu.

Sekretaris Inspektorat Kabupaten Batubara, Pangeran Riadi Gunawan Siagian

Menindaklanjuti laporan itu, Sekda Kabupaten Batubara, Sakti Alam Siregar akan segera menyiapkan langkah pencopotan, menimbang inspektorat adalah lembaga pengendalaian internal pemerintah dan pengawasan terhadap kinerja Aparatur Sipil Negara.

Menururnya, Bupati tidak akan sudi menerima pejabat yang suka menjual-jual namanya, apalagi sampai memalsukan SK kepala daerahnya sendiri.

“Saya sudah terima laporanya, pasti akan kita evaluasi, Ini kan harus kita pastikan dulu” ungkap Sakti seperti dilaporkan wartawan pada, Rabu, (7/8/2019) dini hari tadi.

Sakti memastikan, pihaknya tidak akan ragu lagi melakukan pencopotan jabatan terhadap Pangeran, jika telah menemukan dasar hukum dan kebenaranya.

Untuk itu, Ia memastikan jika yang akan dievaluasinya itu benar-benar memiliki catatan sejumlah masalah.

“Ini kita lagi sedang kordinasi. Bagaimana pun juga, kita tidak boleh melindungi yang seperti itu.” Cetusnya.

“Saya sedang mempelajarinya, tunggu aja hasil pemeriksaan lebih lanjut” Tutupnya

Sementara itu, Pangeran Riadi Gunawan Siagian saat dikonfirmasi di kantornya (7/8/2019) mengakui pernah ditangkap polisi atas kejadian itu.

“Ya, Ida Siagian yang saya urus itu adik kandung saya” pungkasnya

Dirilis sesuai data kontra.ID.

Reporter: Supriadi