Sering Menangis, Balita ini Harus Kehilangan Nyawa Di Tangan Ayah Tirinya

57

KAB. BEKASI, FOKUS BERITA NASIONAL | Polsek Serang Baru Polres Metro Bekasi mengungkap peristiwa pidana kekerasan terhadap anak, yang bertempat di warung nasi bebek Kp. Ceper RT 003/002 Desa Sukasari , Kecamatan Serang Baru Kabupaten Bekasi. Senin (26/8/19).

Berawal Pelaku dengan inisial RN yang baru enam hari menikahi seorang janda dengan inisial DA yang tinggal di kontrakan, dengan seharian membuka usaha warung nasi bebek.

Korban yang bernama Dihan Wardah Ramadhani, Balita yang berusia 15 Bulan ini telah menjadi korban atas kekejaman ayah tirinya sendiri.

Korban yang baru tinggal 2 hari bersama ibu nya ini sering menangis, pelaku RN yang bosan mendengar suara tangis korban mencoba mendiamkan dengan memberikan botol dot yang berisikan air kelapa, namun korban masih tetap saja menangis, Pelaku RN mencoba dengan menggendong dengan posisi pelaku RN berbaring di lantai dan mengangkat badan korban yang baru berusia 15 bulan itu ke atas sambil berayun ayun, kemudian ke atas tempat tidur hingga kepala korban yang masih balita tersebut membentur tembok dinding kamar.

Perlakuan itu di lakukan oleh Pelaku RN berulang ulang sebanyak 4 kali, korban pun bukannya diam malah semakin menangis, sehingga menyebabkan korban menjadi lemas dan tertidur.

Lalu pelaku melakukan modus dengan pura pura sakit perut dan minta diantar oleh istrinya untuk ke klinik terdekat, korban pun yang sedang tertidur di gendong oleh ibunya, rupanya klinik yang di tuju sedang tutup, sang ibu pun kaget dengan spontan melihat dahi korban ada luka memar, mengetahui hal tersebut ibu korban langsung mendadak pingsan.

Kemudian pelaku membawa korban kerumah sakit Budi Asih setelah di ketahui ternyata korban sudah meninggal dunia.

Atas dasar laporan dari masyarakat , dengan laporan polisi nomor : Lp-A /202/20-SG/K/VIII/2019/Restro Bekasi tanggal 26 Agustus 2019 , Polsek Serang Baru langsung bergegas mengecek kondisi korban , ternyata di temukan pada dahi, paha , bibir , punggung korban ada memar biru dengan dugaan adanya kekerasan, selanjutnya petugas membawa korban ke RS Polri Kramat Jati , Sementara pelaku atau ayah korban langsung di amankan.

Wito .SH selaku Kapolsek Serang Baru mengungkapkan kepada FokusBeritaNasional.Com , setelah hasil otopsi , bisa di simpulkan bahwa di temukan adanya pendarahan otak sehingga korban mati lemas. Kamis(29/8/19)

Wito ,SH juga menambahkan “Lalu kami dengan team langsung mengolah ke TKP ,meminta keterangan dari saksi – saksi , bersama team investigasi Polres Metro Bekasi”.

Tersangka RN di jerat dengan kekerasan terhadap anak hingga mengakibatkan meninggal dunia , Sebagaimana di maksud dalam pasal 76 C YO Pasal 80 ayat 3 UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan PP pengganti UU.RI Nomor 1 tahun 2016 , tentang UU perubahan ke dua atas UURI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman 16 tahun penjara.tutupnya Wito ,Sh, Kapolsek Serang Baru.

Reporter: Latif

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini