Setelah Kepergian Habib Mustofa Al- Jufri, Wakil Bupati Karawang H.Ahmad Zamakhsyari Menggelar Tahlil Akbar

61

Kab.Karawang – FBN | Habibana Musthofa bin Hamid bin Abdurrohman Aljufri,telah wafat pada Selasa (19/11/2019) malam di usianya yang ke 47 tahun,Wakil Bupati Karawang, H. Ahmad Zamakhsyari atau dengan sapaan dekatnya kang Jimmy langsung menggelar Tahlil Akbar bersama para Kyai, Pimpinan Ponpes, Kaum Milenial Pecinta Sholawat bersama ratusan muslimin muslimat. Rabu pukul 18.00 Wib.Dalam shalat maghrib berjamaah sebelum tahlil digelar.

Ada fenomena menarik, yakni munculnya sejumlah burung, tepat di depan imam dan jajaran jamaah di shaf depan. Tak hanya itu, alam pun seolah tampak menangisi kepergian Aalim durriyyah Rosulullah SAW, Almarhum Habib Mustofa Aljufri
Dimana cuaca Karawang yang biasanya panas, senja hari tadi terasa sejuk. Bahkan selama shalat maghrib, rintik-rintik air terus turun dari langit.

“Subhanallah, tadi bapak ibu semua mungkin melihat, saat shalat, burung-burung keluar semua, beterbangan dan ikut shalat. Selesai shalat, mereka, burung-burung itu langsung hilang. Itu tandanya Habib Mustofa Aljufri itu orang yang sangat soleh,” ujar Kang Jimmy saat menaiki mimbar tahlil bersama para kyai.rabu(20/11/19).

Namun untaian shalawat yakni sholawat asghiel, sholawat tibbil qulub yang dikumandangkan, membuat udara tetap sejuk tejaga selama tahlilan.

Semakin malam, ratusan jemaah terus berdatangan memadati halaman rumah dinas wakil bupati yang dikenal nyantri itu. “Setelah ini, saya akan menghadiri undangan maulid nabi. Saya juga akan membagikan hadiah keren kepada jemaah yang hadir,” imbuh Kang Jimmy.

Lalu, jajaran panitia tahlil membagikan aufa atau lukisan telapak kaki Rosulullah kepada semua peserta yang hadir. Yang khasiatnya atau faedahnya sangat banyak.

Kang Jimmy menunjukkan lukisan telapak kaki rosul di rumdin wabup, beberapa jam sebelum Habib Musthofa wafat, kemarin.

Sedangkan di akhir sambutan Kang Jimmy sebagai Sohibul Baith, menekankan bahwa saat ulama meninggal itu butuh waktu agar dapat penggantinya. “Profesor mati banyak gantinya, dokter mati banyak gantinya, presiden mati banyak gantinya, tapi jika ulama wafat, maka butuh waktu untuk menemukan penggantinya,” tandas Kang Jimmy sambil berpesan agar semua yang hadir terus bersholawat dan mengamalkannya.

Sementara Ketua PCNU Karawang, K.H. Ahmad Ruhiyat mengatakan, bahwa Almarhum Habib Musthofa adalah pendekar sholawat yang dicintai. “Berkumpulnya kita disini untuk mendoakan Daiballah, pendekar sholawat yang terus mengumandangkan sholawat, terus berdkawah, di Purwakarta Karawang, Bekasi, Subang dan umumnya di Jawa Barat.

Beliau gugur saat melaksanakan tugasnya yaitu berdakwah. Insya Allah kelak akan berkumpul dengan kita semua di SyurgaNya, bersama Baginda Rosul,”
Selamat jalan cucu rosul luwllah selamat jalan syuhada engkau sudah tenang di alam baka, min Ah lil zanah sudah bersama baginda alam Nabi besar muhamad rosulluwloh,SAW terangnya. Acara lalu dilanjutkan dengan membaca Surat Yasin dan Tahlil dan berlangsung khidmat hingga doa penutup.

Reporter : ( A. Rachmat )

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini