08/11/2022
Post Visitors:20

Keterangan foto : Ketua PWI Tabagsel ( baju kemeja biru) , Kajari Tapsel ( baju kemeja batik, pakai peci hitam)

FBN – PADANGSIDIMPUAN || Melalui Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Tapanuli Selatan (Tapsel) mengajak wartawan dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) laporkan dugaan kasus korupsi diwilayahTapanuli Selatan, Sumatera Utara.

“Kalau ada temuan penyelewengan uang negara, silakan laporkan”, tutur Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tapsel Adrian SH MH saat silaturrahmi dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), Sabtu (15/8).

Hal tersebut di utarakan nya saat pertemuan yang digelar di Cafe Yasto, Jalan Raja Junjungan Lubis ( ex jln.Kenanga ) , Padangsidimpuan, Kajari menjelaskan dalam rangka melakukan penegakan hukum di wilayah kerjanya, Kejaksaan tidak bisa sendiri.

” Penegakan hukum itu akan berjalan dengan baik jika dapat dukungan dari stake holder, termasuk wartawan dan LSM, sebab kemampuan kejaksaan untuk mendeteksi penyelewengan uang negara terbatas”, tuturnya saat bersilaturahmi dengan para pengurus PWI Tabagsel.

Nantinya, Dalam melaporkan dugaan kasus korupsi tersebut, diharap baik rekan wartawan maupun rekan dari LSM serta masyarakat agar tidak asal melapor begitu saja. “Tentunya dugaan itu idealnya dikuatkan dengan bukti bukti”, harap Kajari Tapanuli Selatan.

Menurutnya, Kejaksaan sebagai lembaga penegak hukum terus berupaya untuk mendorong pengelola uang negara agar taat hukum sebab kesadaran hukum merupakan salah satu upaya menekan pelanggaran hukum.

Ditanya tentang kasus korupsi yang ditangani Kejari Tapsel saat ini, Adrian menjelaskan ada dua kasus korupsi yang ditangani dan dan sudah mengembalikan kerugian negara.

“Pertama Desa Sipange Godang, Kecamatan Sayurmatinggi, pengembalian sebesar Rp122.625.180 dan Dinas Kesehatan Tapsel sebesar Rp20.454.000″, ungkap Kajari.

Ketua PWI Tabagsel Sukri Falah Harahap mengapresiasi Kajari Tapsel yang telah membangun kemitraan dengan PWI dalam rangka membangun kesadaran hukum demi tegaknya supremasi hukum.” PWI siap untuk berkoordinasi dengan Kejari Tapsel”, ujarnya.

Pada dasarnya, salah satu tugas wartawan itu adalah sosial kontrol terhadap pemerintah, termasuk di antaranya mengawasi penggunaan anggaran negara.

“Ini bukan tantangan, tetapi alarm bagi kita agar tetap berada di koridor tupoksi wartawan. Terimakasih pak Kajari Tapsel, karena telah mengingatkan kami,” beber Ketua PWI Tabagsel. ( FBN 050 ).

%d blogger menyukai ini: