oleh

Simulasi Gempa, L-KPK Sebut Kurang Efektif Kegiatan BPBD Kabupaten Bekasi

Bekasi Butuh penanganan serius tangani masalah banjir, “BPBD ada apa dengan Meikarta”

FBN # KABUPATEN BEKASI || Ketua Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (L-KPK) Kabupaten Bekasi Anwar Soleh, menilai kurang efektifnya kegiatan simulasi gempa yang di lakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi di Maikarta, Cikarang Pusat.

Menurutnya Kabupaten Bekasi ini di hantui oleh bencana banjir yang setiap tahunnya selalu menjadi PR bersama, dan Pemerintah Daerah khususnya BPBD lebih kerja ekstra dan fokus untuk menghadapi bencana banjir.

“Aneh aneh ajah ini Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, saya sangat tidak mengerti kepada pemikirannya, bukannya lebih mempersiapkan untuk menghadapi bencana banjir tahun depan malah mengadakan kegiatan untuk menghadapi gempa.”

Kabupaten Bekasi Butuh penanganan serius tangani masalah banjir, mengingat faktor cuaca yang kian tidak menentu. “BPBD ada apa dengan Meikarta” Ujarnya.

Dirinya menilai kegiatan mengantisipasi gempa bagus, tapi kurang tepat untuk saat ini, karena masih dalem Pandemi Covid-19 dan kemarin menjadi duka Nasional perihal jebolnya kali Citarum di Kecamatan Pebayuran, “wajib di pertanyakan kinerja dari Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi”.

Artinya kegiatan itu seharusnya lebih di maksimalkan, bahwa kebutuhan Kabupaten Bekasi adalah penanganan dan persiapan yang matang dari BPBD saat menghadapi banjir, “harus cepat tepat dan akurat.”

“Peran aktif BPBD sangatlah dibutuhkan saat musim penghujan tiba, namun sampai saat ini BPBD Kabupaten Bekasi masih di anggap gagal dalam menangani permasalahan. “Terangnya, Selasa (04/05/2021).

Jelas itu saya ucapkan, karena bukan menjadi rahasia publik lagi dengan banjir kemaren di awal tahun 2021, adanya beberapa korban jiwa akibat banjir, jelas itu kelalaian dari BPBD Kabupaten Bekasi.

Seharusnya kejadian kemarin menjadi tugas pokok untuk BPBD Kabupaten Bekasi agar tidak terulang kembali, yaitu dengan cara melatih anggotanya dengan secara ekstra, bukan malah kegiatan simulasi gempa hanya menghabiskan anggaran yang kurang tepat. Tegasnya Anwar Soleh.

Reporter : (**Tif)

Komentar

Fokus Berita Nasional