12/03/2022
Post Visitors:78

FBN – Padangsidimpuan || Bermula dari “Status Covid-19 katanya aib,” Salah seorang warga Padangsidimpuan gugat Walikota Padangsidimpuan bersama tim Penanganan Pencegahan Covid-19 Padangsidimpuan, beberapa waktu lalu.

Sidang gugatan perdata yang dilayangkan salah satu warga Kota Padangsidimpuan masuk ke meja hijau. Pengadilan Negeri Kota Padangsidimpuan membatalkan satu dari empat orang saksi yang di hadirkan pihak si penggugat.

Gugatan sita jaminan senilai Rp. 21 miliar yang dilayangkan salah satu warga Kota Padangsidimpuan terhadap Walikota Padangsidimpuan di Pengadilan Negeri (PN) setempat dinilai mengambang dan tidak ada relevansinya.

Hal itu ditegaskan Romi Iskandar Rambe, SH didampingi Nur Reza Syahputra, SH selaku Kuasa Hukum Walikota Padangsidimpuan beserta empat tergugat lainnya, Jumat (6/11/2020), usai mengikuti sidang gugatan perdata dengan agenda untuk mendengarkan saksi yang diajukan pihak penggugat.

Romi Iskandar Rambe menjelaskan, seharusnya pada sidang yang keenam diketuai Hasnul Tambunan, SH MH dan anggota Prihatin Stio Raharjo, SH dan Dwi Mulyati, SH ini terdapat empat orang saksi yang hendak didengarkan penjelasan terkait perkara perdata ini di hadapan persidangan.

“Tapi, dari keempat saksi yang diajukan satu diantaranya gagal diambil sumpah. Dan dari ketiga saksi tersisa, baru ada dua orang hari ini yang berhasil diperiksa,” jelas Romi sembari mengungkapkan idenditas saksi adalah teman penggugat yang mempunyai usaha di bidang yang sama.

Berkaca dari keterangan yang dipaparkan para saksi ini, menurut Romi, tidak satupun diantara mereka yang bisa menerangkan bahwa akibat dari gelar konferensi pers yang diadakan GGTP Covid-19 Padangsidimpuan pada 16 Juni 2020 lalu, Penggugat mengalami kerugian hingga Rp21 miliar.
“Padahal angka Rp21 miliar itu masuk di dalam materi gugatan. Karena itu, tentunya kami selaku kuasa hukum tergugat meminta majelis hakim agar menolak gugatan itu. Dan memang sejauh ini, faktanya pihak penggugat belum sepenuhnya dapat membuktikan itu,” tegasnya.

Romi Rambe juga mengaku heran dengan sita jaminan yang diajukan pihak penggugat. Pasalnya, kata dia, kapasitas Irsan Efendi Nasution dalam gugatan ialah sebagai Walikota Padangsidimpuan, dan bukan sebagai pribadi.
“Artinya, kalaulah kemudian gugatan itu dikabulkan oleh hakim dan tergugat (Walikota Padangsidimpuan ) harus memberi ganti rugi, maka yang disita adalah aset Pemkot sampai mencapai angka Rp. 21 miliar. Bukan harta pribadi Pak Irsan Efendi Nasution itu sendiri,” ungkap Romi Iskandar Rambe, merasa heran.
Ke depan ini pihaknya dapat mementahkan gugatan yang dilayangkan pihak lawan atau penggugat. Termasuk mempersiapkan admistrasi kelengkapan terkait kapasitas tergugat I, II, dan III, disaat menyampaikan konferensi pers beberapa waktu lalu.

Nur Reza Syahputra, SH selaku kuasa hukum tergugat IV dan V juga menilai materi gugatan yang diarahkan pada kliennya juga dirasa kurang tepat. Dimana kliennya yang berkutat di bidang pers, dituduhkan mencemarkan nama baik penggugat melalui pemberitaan di media massa.
“Seharusnya, apabila penggugat merasa bahwa terjadi kekeliruan pemberitaan, maka penggugat harus terlebih dulu menggunakan hak jawab dan atau melaporkannya ke Dewan Pers, karena ini merupakan Lex specialist derogat lex generalis dari hukum perdata,” ujarnya.

Apabila, penggugat belum melalui prosedur tersebut sesuai dengan UU Pers, maka penggugat terlampau premature dalam mengajukan gugatannya. “Dan kondisi sampai dengan hari ini, upaya itu tidak ada terlaksana,” pungkasnya.

Diketahui, perkara perdata ini berawal dari gugatan yang dilayangkan salah satu warga Padangsdimpuan ke PN setempat dengan nomor register 19/Pdt.G/2020/PN tertanggal 3 Juli 2020. Penggugat berkeberatan dengan konferensi pers terkait status kesehatan suaminya.

Dalam gugatan menyebutkan, tergugat I adalah Walikota Padangsidimpuan, tergugat II Kadis Kesehatan, dan tergugat III Kadis Komunikasi dan Informatika. Serta tergugat IV PT. Waspada Medan Indonesia dan tergugat V Waspada. Id. Sidang berikutnya akan di laksanakan pada Minggu depan. ( FBN 050 )

%d blogger menyukai ini: