11/29/2022
Post Visitors:63
Sumber foto : Group Facebook Komunitas Warga Cikarang

FBN – Bekasi || Bicara soal jalanan, yang terlintas dibenak kita adalah lelah, sumpek dan macet. Apalagi hidup di kota industri seperti Kabupaten Bekasi.

Saat berkendara kita harus mengutamakan keselamatan sendiri maupun orang lain. Namun ada saat tertentu kita merasa jengkel dengan sikap pengendara yang melanggar aturan berlalu lintas, sehingga menyebabkan terjadinya kemacetan bahkan bisa mencelakakan pengendara lain yang berada disekitarnya.

Faktanya di Kota Cikarang Kabupaten Bekasi, masih banyak pengendara roda dua maupun roda empat yang masih seenaknya melanggar aturan-aturan berkendara. Seakan-akan jalanan adalah milik mereka sendiri.

Dari mulai menerobos lampu merah, berjalan diatas trotoar, berhenti di tempat yang bukan seharusnya, melawan arah, yang lebih parah lagi berputar arah diatas trotoar pembatas jalan.

Seperti yang terjadi kemarin sore di Jalan Urip Sumoharjo, jalan pantura yang menghubungkan Sentra Grosir Cikarang dengan Stasiun Lemah Abang. Banyaknya pengendara yang berputar arah tidak pada tempatnya, sampai naik keatas trotoar pembatas jalan, menyebabkan kemacetan dan membahayakan pengendara lain dibelakangnya. Anehnya para pelanggar tersebut malah didampingi oleh juru parkir liar, seakan perbuatan mereka itu benar.

Apakah karena para pelanggar tersebut sedang mengejar waktu, atau mereka lelah dan ingin cepat-cepat sampai dirumah, karena mayoritas penduduk di Kota Cikarang adalah para pekerja yang selalu dikejar oleh waktu.

Namun kita tidak boleh seenaknya sendiri dalam berkendara. Karena hal ini bisa menyebabkan kerugian bagi orang lain. Bisa menyebabkan kemacetan, kecelakaan, bahkan menyebabkan jatuhnya korban jiwa bagi pengendara lain.

Foto pengendara yang berputar arah menaiki trotoar pembatas jalan, diatur oleh juru parkir liar.

Miris sekali jika para pelanggar tersebut hanya mementingkan dirinya sendiri, tanpa mempedulikan keselamatan orang lain. Jalan raya adalah milik bersama, bukan milik satu atau beberapa orang saja.

Tidak jarang banyak orang yang bertengkar bahkan sampai baku hantam akibat keegoisan masing-masing. Seakan-akan hanya mereka saja yang memiliki kepentingan, sehingga orang lain dianggap menghalangi kelancaran perjalanan mereka.

Hal ini harus menjadi perhatian lebih untuk pihak yang berwenang mentertibkan pengendara tersebut. Baik dari pihak kepolisian maupun pemerintah daerah yang harus tegas terhadap para pelanggar lalu lintas.

Sebuah kota tidak akan memiliki kemajuan jika hukum dan moral masyarakatnya lemah. Tidaklah sulit untuk mematuhi hukum-hukum yang berlaku disebuah daerah. Hanya saja kita harus lebih sabar menyikapinya.(Red)

%d blogger menyukai ini: