08/17/2022
Post Visitors:30

FBN – KARAWANG || Seperti yang sudah menjadi Hot News sebelumnya terkait pemberitaan gerakan masyarakat Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang yang beberapa kali melakukan gerakan aksi audiensi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karawang perihal dampak sungai Cikalapa yang bermuara ke Citarum.

Karena warga Desa Wadas selaku warga terdampak, sudah sejak lama merasakannya. Dari mulai terkenda banjir ketika musim hujan datang, sampai terjadinya longsor di bibir sungai Cikalapa, bahkan sampai ada rumah warga yang ikut longsor, akibat gerusan air sungai Cikalapa.

Kamis (13/8/2020) kemarin curah hujan tidak begitu tinggi dan durasinya tidak terlalu lama. Sungai Cikalapa kembali memberikan dampak terhadap lingkungan. Selain ada salah satu tanggul yang kembali longsor, Sedana Golf dan underpas yang ke arah pintu tol Karawang Barat terkena dampak banjir yang cukup serius, ketinggian air yang menggenangi kedua lokasi tersebut hampir seimbang dengan underpas.

Ketua Paguyuban Sundawani Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Karawang bersama jajarannya yang sejak awal konsisten mengawal aksi warga terdampak kembali bereaksi.

“Ya begini lah apa bila pembangunan gedung, perumahan atau pembangunan perusahaan jika sudah tidak lagi meninjau tata ruang serta dampak lingkungan yang benar, di pastikan memberikan dampak terhadap lingungan.”, Tutur H Ranzes, Ketua DPD Sunda Wani, Karawang.

“Dari awal kami Paguyuban Sundawani Karawang, tidak hanya fokus terhadap proyek pembangunan perumahan Rolling Hills saja, tetapi semua kawasan industri yang memberi dampak terhadap lingkungan. Tapi ketika ada pembangunan Rolling Hills yang belum mengaddendum Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) semakin memperparah kondisi yang ada.”, Katanya.

“Sekarang bagaimana tidak akan berdampak pada lingkungan, jika kajian – kajian dampaknya saja tidak di kaji terlebih dahulu melalui proses pembahasan dengan tim komisi dan tim teknis. Padahal hari kemarin curah hujan tidak begitu tinggi, dan durasinya pun tidak begitu lama. Tapi kita semua menyaksikan, seperti apa dampaknya terhadap lingkungan.”, Jelas H. Ranzes.

“Oleh sebab itu, kami bersama warga terdampak tetap ngotot kepada Pemkab Karawang dan DPRD Karawang, agar segera menghentikan kegiatan pembangunan proyek Rolling Hills sebelum adanya addendum Amdal. Ya meski pun informasinya, mereka sudah bersurat ke Pemkab Karawang untuk memenuhi kewajiban addendum Amdal, tapi bukan berarti bisa terus melanjutkan kegiatan.”, Pungkasnya.

*Topan*

%d blogger menyukai ini: