Tanpa Ijin Ambil Karya Cipta Bintang Band VOC: Akhirnya Salah Satu Perusahaan Televisi Nasional Di Somasi Pengacara Cowboy

59

FOKUS BERITA NASIONAL | Akhir akhir ini banyak sekali beredar berita tentang banyaknya karya cipta anak bangsa yang di tiru, bahkan dikonsumsi masal secara publik tanpa adanya ijin terlebih dahulu kepada si pemilik karya cipta. Yang telah bersusah payah menciptakan suatu kreativitas diberbagai bidang yang ada di republik Indonesia saat ini. Sabtu (02/03/2019).

Semakin menjamur nya kasus dugaan pencurian karya cipta anak bangsa saat ini, dikarenakan kurangnya pengawasan yang harusnya di lakukan oleh badan pengawasan terkait yang telah dibentuk oleh pemerintah.

Masalah ini juga sering terjadi dikalangan artis dan pencipta lagu, Banyak sekali ditemukan kejadian pencurian karya cipta dari para penciptanya tersebut.

Baru baru inipun masalah dugaan pencurian karya cipta tersebut di alami langsung oleh musisi reagge bernama bintang alias banteng.

Banteng merasa, karyanya dikonsumsi secara masal oleh masyarakat tanpa seijin dirinya. Padahal bintang merasa dirinya telah bersusah payah menciptakan dan mempromosikan lagu yang di rilisnya bersama band VOC.

“Lagu cius me apa lu” sudah sejak 2015 saya susah payah ciptakan dan promokan baik di medsos,media cetak maupun elektronik. Bahkan band VOC bersama saya sudah sering membawakan lagu tersebut pada setiap aksi panggung yang kami mainkan sejak tahun 2015.

Diseluruh indonesia nama band VOC sudah di kenal oleh masyarakat penggemar musik reagge, Lantas tanpa sepengetahuan saya,tiba tiba lagu yang saya ciptakan tersebut muncul dalam back sound disalah satu sinetron yang di tayangkan oleh SCTV yang berjudul digoyang asmara tukang cilok.

Oleh karna saya merasa dirugikan, akhirnya saya adukan ini ke pengacara saya yaitu pengacara cowboy”ujar bintang.

Ditemui ditempat yang berbeda, team wartawan fokusberitanasional.com, mewawancarai pengacara cowboy yang saat ini sedang mendampingi bintang sebagai penasehat hukum nya. Pengacara cowboy mengakui telah melayangkan surat somasi pertama kepada pihak perusahaan televisi tersebut.

“Saya dengan team kuasa hukum M Firdaus Oiwobo SH & partner telah melayangkan surat somasi pertama kepada pihak PT. SURYA CITRA TELEVISI atau disingkat SCTV yang isinya adalah SCTV telah diduga melanggar undang undang nomer 28 tahun 2014 tentang hak cipta, pasal 110 – 120, pasal 96,98,99 (perdata), pasal 150 juncto pasal 110 (pidana), pasal 95 (arbitrase) dan pasal pasal lainnya yang berkaitan langsung dengan permasalah tersebut.

Dan saya pun telah mendapat jawaban somasi dari pihak SCTV dengan nomer surat S-07/Legal-SCTV/II/2019 yang isinya adalah tentang penjelasan kerjasama antara Pihak SCTV dengan PT. KHARISMA STARVISION PLUS ,dan maksud dari penjelasan dalam surat balasan somasi merekapun saya blum paham karna saya belum baca isi perjanjian dari kedua perusahaan ini.

oleh karna itulah akhirnya saya layangkan surat somasi kedua SCTV dan juga surat somasi pertama untuk PT. Kharisma starvision Plus selaku perusahaan yang bekerjasama dengan pihak SCTV dalam pembuatan sinetron tersebut.

Intinya saya akan lakukan upaya hukum yang berlaku dinegara ini jika pihak perusahaan tersebut tidak dapat menjelaskan secara rinci tentang maksud dan tujuannya mengambil tanpa hak atau ijin karya dari klien kami tersebut”jelas firdaus.

Sementara ini menurut firdaus team kantor hukum nya masih menunggu niat baik dari perusahaan tersebut.

Firdauspun mengakui bahwa klien nya selama ini kebingungan ketika karyanya di gunakan oleh orang lain tanpa ijin.

“saya mengingatkan kepada masyarakat indonesia agar hati hati dalam berkarya dan jangan sekali kali mengambil karya cipta orang lain tanpa hak dan tanpa ijin”pungkas firdaus mengakhiri.

Firdaus pun telah banyak mendapat laporan dari banyak artis dan seniman tentang karya ciptanya yang diambil sepihak tanpa ijin dari pemilik karya tersebut. (red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini