12/03/2022
Post Visitors:103

FBN – ROKAN HILIR || Bertempat di depan kantor kepenghuluan Sungai Kubu, masyarakat dari empat dusun membacakan tuntutan terkait penganiayaan yang dilakukan Camat Asrul terhadap Datuk Penghulu Sungai Kubu, Kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir. Senin, 14/09/2020

Turut hadir saat pembacaan tuntutan itu diantaranya, perwakilan empat Dusun Kepenghuluan Sungai Kubu, Tokoh masyarakat dan pemuda karang Taruna.

Adapun tuntutan itu diarahkan kepada Datuk Penghulu agar tidak mencabut perkara sebelum tiga tuntutan masyarakat dipenuhi. Tuntutan ini berawal dari pemukulan terhadap penghulu oleh camat Kubu beberapa waktu lalu, Lantaran tidak mengikuti apel upacara 17 agustus. Tidak terima Dengan apa yang dilakukan Camat, Masyarakat Sungai Kubu mengambil inisiatif dan melaporkan camat ke Polsek Kubu.

Tiga tuntutan itu berbunyi. pertama, melaksanakan perdamaian didepan masyarakat Sungai Kubu. Kedua, Camat kubu harus meminta maaf kepada masyarakat Sungai Kubu atas tindakan penganiayaannya terhadap Datuk Penghulu Sungai Kubu. Ketiga, Camat Kubu bersedia mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Camat Kubu dan meminta kepada Bupati Rokan Hilir untuk segera memindahkannya.

Sias selaku perwakilan masyarakat yang membaca tuntutan kepada awak media mengatakan, memang betul kemarin ada pertemuan antara Camat dengan Datuk Penghulu. Tapi bukan membahas perdamaian hari senin. Begitu informasi yang saya dapat dari keluarga datuk penghulu kemarin. Perihal perdamaian hari senin itu hanya dari pihak camat. Penghulu mengatakan biar saya bicara dulu sama masyarakat. Memang dari pribadi penghulu tidak ada apa-apa. Tapi kami sebagai masyarakat tidak terima. Kata Sias.

(Ahmad Oki)

%d blogger menyukai ini: