11/30/2022
Post Visitors:54

FBN – Dumai || Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Lanal Dumai berhasil menangkap dan mengamankan 1 unit Kapal Pompong Nelayan tanpa nama beserta 2 orang Anak Buah Kapal (ABK) berinisial SN (31) dan ZN (38) warga Rupat Utara Kabupaten Bengkalis dan barang bukti 10 bungkus besar dan 2 bungkus kecil narkoba jenis Sabu seberat 10.751 gram.

Barang tersebut dibungkus dalam kemasan teh merk cina, Guanyinwang dan Chinese Pin. Kapal dan kedua ABK diamankan di daerah Perairan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, Jumat 18-9-2020 sekitar pukul 17.21 wib.

Selanjutnya, Komandan Lanal Dumai Kolonel Laut (P) Himawan, MMSMC memimpin langsung konferensi pers ini di Gedung Wijaya Kusuma Lanal Dumai, hari Minggu 20-9-2020

Jelasnya Danlanal, Kronologis penangkapan berawal dari informasi Intelijen yang diterima dari agen dilapangan, pada hari jumat 18-9-2020 sekira pukul 11.00 wib, bahwsanya akan ada kegiatan penyeludupan narkoba dari Malaysia masuk ke Indonesia melalui perairan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis.

” Tindaklanjutnya ,Informasi tersebut , setelah mendapat perintah dari Danlanal Dumai tim F1QR Lanal Dumai melaksanakan briefing dan membentuk tim dan aksi guna untuk mengecek informasi tersebut, dan kemudian pada Pukul 11.20 WIB F1QR Lanal Dumai yang dipimpin oleh Danunit Intel bergerak untuk melaksanakan Patroli dan menyisir Perairan Pulau Rupat untuk melaksanakan penyekatan dan penangkapan pelaku tersebut ,” ucap Danlanal.

Lanjutnya ,Pada pukul 17.21 WIB, Tim F1QR melihat dan mencurigai sebuah Kapal Pompong Nelayan yang melintas di sekitar perairan Pulau Rupat dan bergerak ke arah Selatan menuju Dumai.

Setelah itu , Tim FIQR segera mengejar Pompong tersebut, dan melihat ABK Pompong sedang membuang bungkusan berwarna hitam besar di sebelah Pompong dan lalu tim mengamankan bungkusan tersebut, beserta kapal Pompong yang di gunakan nya , dan 1 dari ABK kapal Pompong berusaha untuk kabur dengan cara melompat ke laut namun setelah itu , Tim memberikan aba2 dengan tembakan peringatan, ABK tersebut menyerahkan diri

Lanjutnya, Kapal dan ABK beserta barang bukti tersebut ,dikawal oleh tim F1QR, dan kedua pelaku dibawa menuju Lanal Dumai untuk melaksanakan penyidikan dan proses hukum lebih lanjut.

Dan setibanya di Posmat Sungai Dumai, pukul 23.15 wib, kemudian Lanal Dumai melaksanakan koordinasi dengan KPPBC TMP B Dumai untuk melakukan pengecekan terhadap barang bukti Narkoba tersebut ke Laboratorium milik KPPBC TMP B Dumai.

Selanjutnya pada hari sabtu tgl 19 -9-2020 dilaksanakan pengujian dan identifikasi di Laboratorium milik KPPBC TMP B Dumai, dan arang bukti sebanyak 10 bungkus besar dan 2 bungkus kecil yang diduga narkotika jenis sabu, ternyata barang terbukti tersebut , mengandung zat jenis Methamphetamine (Sabu) itu berbentuk kristal bening seberat 10.751 gram,” jelas Danlanal.

Pemeriksaan awal yang dilaksanakan, dan kedua pelaku mengaku bahwasanya , barang bukti narkoba jenis sabu tersebut, diperoleh dari sdr. KC Warga Negara Malaysia dan kedua pelaku dijanjikan diberi upah sebesar Rp50 juta untuk mengantar narkoba tersebut ke Dumai.

Ternyata cuma janji ,dengan menggunakan Kapal Pompong nelayan pelaku menjemput paket narkoba tetsebut, di tengah laut dan kemudian pelaku lainnya menggunakan Speed Boat datang dan menghampiri dan langsung menyerahkan Paket narkoba tersebut , kepada dua pelaku SN dan ZN dan selanjutnya dua pelaku tersebut membawa narkoba jenis Sabu tersebut , diperairan pulau Rupat menuju Dumai.

Sementara itu ,Kedua tersangka dapat diancam dengan pidana ,karena melanggar Undang- Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika ,dan barang bukti tersebut, dan barang bukti narkoba jenis sabu kita serahkan ke BNN ,ungkapnya

Walau pun ditengah Pandemi Covid-19, Lanal Dumai akan terus melaksanakan tugas pengawasan dan pengamanan di wilayah perbatasan perairan Riau terhadap aksi-aksi pelanggaran hukum dan bukan hanya tindak pidana narkotika saja,tetapi semua kegiatan ilegal penyeludupan di Riau.(Red)

%d blogger menyukai ini: