Tim Maternitas RSUD Karawang Jadi Mentor Kabupaten Lain, Tapi “Gedungnya Gagal Dibangun”

59

Kab.Karawang – FBN | Mengenai gagalnya kontrak pembangunan gedung Maternitas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang dengan pagu anggaran Rp 18 Miliar, yang bersumber dari dana hibah bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) terus di soal oleh banyak pihak.

Setelah sebelumnya Legislator yang berasal dari Daerah Pemilihan Jawa Barat (Dapil Jabr X) yang duduk di Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jabar, Hj. Sri Rahayu Agustina, SH. Kali ini giliran pemerhati politik dan pemerintahan, Andri Kurniawan saat di minta pendapatnya terkait melayangnya dana hibah Banprov mengatakan.
“Saya tidak kompeten untuk mengomentari soal di batalkannya hasil lelang yang sudah ada pemenangnya, Saran saya sih, kalau Komisi V DPRD Provinsi Jabar mau memanggil pihak RSUD Karawang dalam rapat dengar pendapat, sebaiknya panggil juga pihak kontraktornya, yaitu PT. Global sebagai pemenang tender yang di batalkan itu.”(27/10/19)

Lanjutnya Andri “Agar dapat terkonfrontir sekalian, tidak hanya keterangan sepihak dari pihak RSUD Karawang saja, Ya lebih cepat lebih baik rapat dengar pendapat antara Komisi V DPRD Jabar, RSUD Karawang dengan pihak PT. Global, agar benang merah persoalannya jadi jelas, Kalau di DPRD Karawang kemarin kan hanya pihak RSUD Karawangnya saja yang di hadirkan.”

“Terlepas dari itu semua, saya lebih tertarik menyikapi statement Direktur Utama (Dirut) RSUD Karawang di salah satu media massa,Sambungnya Andre “, pasca di gelarnya rapat dengar pendapat dengan DPRD Karawang, yang mengatakan, bahwa gedung Maternitas sudah tidak begitu penting, dan dari kejadian tidak terserapnya Banprov hibah itu, tidak ada yang di rugikan, termasuk masyarakat Karawang.”kata andri

“Saya sepakat dengan ibu Sri Rahayu Agustina, bagaimana bisa mengatakan tidak rugi? Jelas rugi dong, seharusnya masyarakat Karawang punya aset dalam bentuk gedung Maternitas, dengan gagalnya serapan Banprov itu jadi tidak punya.”Ungkapnya Kepada Fokusberitanasional.com

Andri juga menambahkan “Jangan dulu bicara soal keterbatasan anggaran, karena harus menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) beserta perangkat fasilitas lainnya. Ini berjalan saja belum programnya, sudah bicara soal keterbatasan anggaran? Siapa tahu, setelah efektifnya nanti ada juga bantuan hibah lagi untuk tenaga medis dan perangkat fasilitas.”

Padahal, terkait Maternitas ini, informasi yang saya dapat, Kementrian Kesehatan (Kemenkes), sudah mengeluarkan Surat Keputusan (SK),bahwa RSUD Karawang di jadikan rujukan regional, SK Kementrian Kesehatan (Kemenkes) dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) yang menyatakan RSUD Karawang sebagai rujukan regional bisa di revisi bila RSUD Karawang tidak segera membuat unggul layanan.

Padahal yang saya sempat dengar kabarnya , Maternitas itu jadi unggulan RSUD Karawang, Tim Maternitas RSUD Karawang itu sudah jadi mentor di Cianjur, Tasik, Idramayu, Ciamis, Bandung Barat dan Majalengka.”pungkasnya ( A. Rachmat )

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini