Unit Pidum Satreskrim Polrestabes Medan Amankan Komplotan Pelaku Kasus 363 KUHP Pidana

59

MEDAN, FOKUS BERITA NASIONAL | Berdasarka adanya LP/1991/ IX YAN 2.5/2019/SPKT RESTABES MEDAN, tanggal 9 September 2019 atas nama pelapor MUHAMMAD ALDI BUDIANTO yang berisikan kejadian Senin, tanggal 9 September 2019 sekitar pukul 17.00 Wib tepatnya di Pelataran parkir kantor GUBSU jalan Diponegoro Medan Kelurahan Madras Hulu Kecamatan Medan Polonia

Menurut Korban
MUHAMMAD ALDI BUDIANTO, 40 tahun, selaku pegawai negri sipil

kronologis kejadian berdasarkan keterangan korban menyatakan bahwa Benar pada hari Senin tanggal 09 September 2019 sekitar pukul 15.40 wib Pelapor bersama saksi tiba di pelataran parkir Kantor GUBSU jalan Pangeran Diponegoro Medan dan memarkirkan Mobil Toyota Avanza Warna Silver BK 1875 ZC dalam keadaan pintu mobil terkunci Kemudian pelapor dan saksi melaksanakan Sholat Ashar lalu sekitar pukul 17.00 wib INDRAWAN GINTING selaku teman korban menghubungi korban mengatakan bahwa uang senilai Rp 1.6772.987.500 (satu milyar enam ratus tujuh puluh dua semnbilan ratus delapan puluh tujuh lima ratus) milik PEMPROVSU (Uang Honorer) yang di letakan di jok paling belakang mobil dan uang senilai Rp 20.000.000 (dua puluh juta rupiah) yang di letakan di dalam tas serta 1 buah jam tangan merk Expedition sudah tidak ada lagi hilang akibat kejadian tersebut pelapor selaku kuasa merasa keberatan dan di rugikan kemudian membuat pengaduan ke Polrestabes Medan.

Menurut Kapolrestabes Medan melalui Kanit Pidum, Kasubnit Jatanras dan Pers Timsus kronologis penangkapan komplotan pelaku pencurian.Pada hari Jum’at Tanggal 20 September 2019 sekitar pkl. 17.00 wib Personel Sat Reskrim Polrestabes Medan mendapat informasi bahwa komplotan pelaku pencurian sesuai dengan laporan polisi tersebut diatas sedang berada di seputaran daerah Provinsi Riau Kota Pekanbaru. Team bergerak menuju Pekanbaru dan sesampainya disana Team melakukan penyelidikan tentang keberadaan para tersangka.

Pada hari Sabtu tanggal 21 September 2019 Team mendapat informasi bahwa tersangka sudah kabur mengarah ke Provinsi Jambi dan langsung melakukan pengejaran. Sesampainya di Provinsi Jambi tersangka kembali lagi ke Provinsi Riau sehingga Team juga mengejar kembali ke Provinsi Riau tepatnya dikota Pekanbaru pada hatri Minggu 22 September 2019 Pkl. 21.00 wib Team berhasil mengamankan tersangka NIKSAR SITORUS.

Berdasarkan hasil interogasi tersangka NIKSAR SITORUS mengakui perbuatannya telah melakukan pencurian sesuai dengan LP tersebut diatas bersama dengan 5 orang temannya yaitu tersangka NIKO, MUSA, INDRA, TUKUL dan PANDIANGAN.

Team mendapat informasi bahwa tersangka NIKO DEMOS SIHOMBING als NIKO dan tersangka MUSA HARDIANTO SIHOMBING als MUSA berada di Provinsi Riau Kabupaten Duri. Team langsung melakukan pengejaran dan pada hari Senin tanggal 23 September 2019 pukul 08.00 wib Team berhasil mengamankan kedua tersangka di sebuah rumah di Kabupaten Duri Riau. Kemudian keduanya dibawa ke Medan untuk melakukan pengejaran terhadap tersangka lainnya.

Pada hari Selasa tanggal 24 September 2019 pkl. 03.00 wib Team sampai di Medan dan langsung melakukan pengejaran terhadap tersangka INDRA HAPOSAN NABABAN alias IRVAN, namun pada saat akan dilakukan penangkapan tersangka INDRA HAPOSAN NABABAN alias IRVAN mencoba untuk melarikan diri dan melawan petugas, sehingga diberikan tindakan tegas dan terukur dengan menembak kaki tersangka INDRA HAPOSAN NABABAN alias IRVAN. Selanjutnya membawa tersangka kerumah sakit Bhayangkara Polda Sumut untuk mendapat perawatan dan membawa tersangka lainnya ke Polrestabes Medan untuk proses lanjut.

Data lengkap para tersangka antara lain. 1. NIKSAR SITORUS, 36 tahun, pekerjaan wiraswasta alamat jalan Sigalingging Desa Parbuluan IV Kecamatan . Parbuluan Kabupaten Dairi. 2. NIKO DEMOS SIHOMBING alias NIKO, 41 tahun, pekerjaan wiraswasta, jalan Lintas Duri Pekanbaru Kecamatan Bengkalis Riau. 3. MUSA HARDIANTO SIHOMBING alias MUSA, 22 tahun, wiraswasta alamat jalan Lintong Ni huta Kecamatan Siborong borong Kabupaten Humbahas yang nerupakan (resedivis tahun 2017 kasus pencurian di Polres sibolga dan tahun 2018 kasus pencurian di Polsek siborong-borong). 4. INDRA HAPOSAN NABABAN alias IRVAN, 39 tahun, pekerjaan wiraswasta alamat Bringin 9 No. 2 B Kecamatan Medan Helvetia Kota Medan yang juga (resedivis kasus pencurian di Dumai tahun 2017 di Polres Dumai)

Barang bukti yang berhasil disita dari tangan para tersangka antara lain dari tersangka NIKSAR SITORUS 2 Buah HP Nokia. 1 Buah Dompet hitam dan Uang Rp. 3.428.000, serta 1 Set Pakaian. Uang pembagian untuk tersangka NIKSAR diberikan kepada tersangka TUKUL sebesar Rp 150.000.000,-

Dari tersangka NIKO DEMOS SIHOMBING alias NIKO 1 Unit mobil toyota avanza BK 1417 IC beserta STNK dan BPKB. 1 Unit Sepeda Motor honda sonic BK 5771 PBC beserta STNK. 1 buah atm BRI berisikan uang Rp. 15.000.000, sisa uang digunakan untuk foya-foya

Dari tersangka MUSA HARDIANTO SIHOMBING alias MUSA. Uang Rp. 105.000.000, 1 Buah dompet hitam. 3 unit HP. 1 Buah jam Alexander cristie dan sisa uang nya digunakan untuk bayar hutang dan foya-foya

Dari tersangka INDRA HAPOSAN NABABAN alias IRVAN. 1 Buah kwitansi DP pembelian tanah Rp.50.000.000, Uang Rp. 8.000.000, 1 Buah dompet hitam. 2 Buah HP dan sisanya diberikan kepada mertua di jakarta sebesar Rp. 70.000.000,- dan untuk foya-foya

Berdasarkan hasil interogasi seluruh tersangka mengakui perbuatannya telah melakukan pencurian sesuai dengan LP tersebut diatas bersama dengan temannya yang belum tertangkap yaitu tersangka TUKUL (DPO) dan PANDIANGAN (DPO).

Dari hasil pemeriksaan para tersangka diperoleh keterangan bahwa peran masing-masing tersangka pada saat melakukan pencurian sebagai berikut:
Yang berada dimobil Avanza hitam adalah tersangka NIKSAR SITORUS dan tersangka PANDIANGAN bertugas sebagai menutupi kearah pandangan mobil korban pada saat para tersangka melakukan aksi pencurian.

Yang berada dimobil Xenia silver adalah TSK MUSA HARDIANTO SIHOMBING alias MUSA, tersangka NIKO DEMOS SIHOMBING alias NIKO dan tersangka TUKUL bertugas sebagai memantau korban dari Bank Sumut lalu mengikuti sampai kekantor GUBSU dan juga sebagai eksekutor, dimana peran TSK TUKUL turun lalu mengecek posisi tas korban didalam mobil, lalu merusak kunci pintu mobil korban selanjutnya menyuruh TSK NIKO mengambil tas korban dan yang menggunakan Sepeda Motor untuk memantau security yang berada di pos yaitu tersangka INDRA HAPOSAN NABABAN alias IRVAN

Dari keterangan para tersangka juga diperoleh keterangan bahwa
Masing masing tersangka mendapat bagian:
Tersangka NIKSAR SITORUS Rp. 200.000.000, tersangka NIKO DEMOS SIHOMBING alias NIKO Rp. 300.000.000, MUSA HARDIANTO SIHOMBING als MUSA Rp. 210.000.000, INDRA HAPOSAN NABABAN alias IRVAN Rp. 200.000.000, dan TUKUL (DPO) Rp. 350.000.000, serta PANDIANGAN (DPO) Rp. 350.000.000,-

Reporter: Supriadi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini