oleh

Unit Reskrim Polsek Bandung Berhasil Ringkus Remaja di Duga Mengedarkan Narkoba Jenis Doble L

FBN # TULUNGAGUNG – Petugas Unit Reskrim Polsek Badung tulungagung IPDA Daroji bersama anggotanya telah melakukan penangkapan kepada seorang remaja berinisial DAP (19) warga dusun genengan desa bandung kecamatan Bandung kabupaten Tulungagung.

DAP(19) diduga telah diduga memiliki, mengedarkan narkoba jenis pil dobel L tanpa ijin dari pihak berwenang kepada pihak lain.

Kapolsek Bandung melalui Paur Subbag Humas Polres Tulungagung Iptu Nenny Endah Sasongko saat dikonfirmasi pada awak media fokus berita nasional.net Jumat (28/05/2021) membenarkan adanya penangkapan pelaku tersebut.

Dalam keterangan tersebut ibu nenny menjelaskan benar Pada hari Kamis tanggal 27 Mei 2021 polsek bandung yang di pimpin oleh Kanit Reskrim Polsek Bandung IPDA DAROJI dan anggota Reskrim sekira jam 16.30 Wib telah melakukan penangkapan terhadap tersangka bernama Sdr. DENNY ADRIAN PRAMUDYA remaja asal dsn. Genengan rt 013 rw 104 ds. Bandung kec. Bandung kab. Tulungagung yang diduga akan mengedarkan pil double L kepada pihak lain di SPBU Ds. suwaru Kec. Bandung Kab. Tulungagung, selanjutnya tersangka dan barang buktinya di bawa ke Polsek Bandung guna penyidkan lebih lanjut.

“Pelaku DAP(19) sebelumnya telah dibuntuti oleh petugas, dan kemudian ditangkap saat pelaku sedang akan bertransaksi di SPBU ds. Suwaru kec
Bandung tulungagung ,” jelas Nenny.

Pelaku sudah tidak bisa mengelak lagi, karena saat dilakukan penggeledahan oleh petugas, didapati sejumlah barang bukti yang dikuasai oleh pelaku antara lainnya berupa pil dobel L sebanyak 1000 butir, uang tunai Rp 50.000 dan sebuah HP merk samsung type note warna hitam hitam, satu botol warna putih dan satu botol warna hitam. guna keperluan penyidikan lebih lanjut, pelaku bersama barang bukti dibawa ke Polsek bandung.

“Hingga saat ini petugas masih melakukan pengembangan terkait kasus ini,” tambah Nenny. Atas perbuatannya, hingga saat ini masih menjalani penahanan di sel tahanan Polsek Bandung tulungagung.

“Pelaku DAP akan dikenakan pasal 197 subs pasal 196 jo pasal 98 (2) UU RI no 36 tahun 2009 tentang kesehatan jo pasal 60 ke 10 UU RI no 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja,” tutup Nenny. (nwng)

Komentar

Fokus Berita Nasional