11/29/2022
Post Visitors:60

FBN – Batu Bara || Unjuk Rasa Ratusan Mahasiswa terdiri dari IMABARA, IPMBB, GERAM, IKAMBARA HIMMAH, HIMMI, PMII, PD KAMI, GPMI dan KPPU – KSBSI yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Masyarakat Pemuda/i dan Buruh Batubara (AMPIBI BB) tolak Omnibus Law di depan Gedung DPRD Batubara Jalan Perintis Kemerdekaan Limapuluh, Senin (12/11).

Aksi unjuk rasa yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB Pagi hari, dihadapan para personil Satpol PP, pihak TNI -Polri serta Anggota DPRD Batu Bara diantaranya Ketua Komisi 3 Amat Muktas, Sri Wahyuni, H.Darius, serta Angota DPRD yang lainnya.

Aksi yang digelar berbagai aliansi itu pada mulanya berlangsung tertib dan kondusif, pengunjuk rasa menilai Undang -Undang Omnibus Law sejatinya telah gagal sejak awal pembuatannya. Mereka juga menilai Undang-Undang Omnibus Law dengan 11 klaster berpotensi merugikan sedikitnya 5 sektor diantaranya kerusakan lingkungan, menghilangkan semangat UUPA, serta diduga akan mengurangi hak-hak tenaga kerja.

Dalam penyampaian orasi Koordinator Aksi mengatakan,”Kami tidak mau diterima oleh Fraksi PKS dan Demokrat, kami tahu Fraksi ini jelas-jelas menolak UU ini, dan kami tidak mau dikatakan aksi ini ditunggangi, kami mau diterima oleh Ketua DPRD Batu Bara, atau seluruh Anggota DPRD Batu Bara.

Aksi yang berjalan damai tersebut akhirnya menemui titik jenuh menjelang siang hari, aksi berbagai aliansi tersebut berujung terjadi pelemparan terhadap petugas pengamanan, sehingga salah seorang oknum polisi perwira Kasat Shabara Polres Batubara AKP DP Sinaga terkena lemparan batu oleh pengunjuk rasa di bahagian keningnya, dan banyak mengeluarkan darah segar ketika hendak membuka pintu gerbang Kantor DPRD Batubara.

Kapolres Batubara AKBP H Ikhwan Lubis SH MH usai unjuk rasa menjelaskan, pihak pengamanan telah mempersiapkan diri dengan menurunkan sebanyak 350 personil terdiri dari TNI/ Polri dan Sat Pol PP, agar unjuk rasa para Mahasiswa dapat berjalan aman damai.

Lanjutnya, karena tidak berhasil bertemu dengan Ketua DPRD Batu Bara, massa ingin masuk ke kantor DPRD Kabupaten Batubara. “Prediksi saya, kalau mereka masuk lebih berbahaya, dan mereka bakal menduduki kantor DPRD dan dikhawatirkan lagi akan melakukan perusakan, sehingga pengaman melakukan antisipasi agar itu tidak terjadi,” sebut AKBP Ikhwan Lubis.

Ikhwan Lubis menerangkan, pada saat para pengunjuk rasa dan mobil komando massa mau masuk ke pintu gerbang, pihak Kepolisian langsung menghalaunya. “Kami lapisi dengan anggota, sehingga mereka emosi tidak bisa masuk, tiba-tiba dengan spontan mereka mungkin sudah mempersiapkan batu untuk menyerang anggota kita,” kata Kapolres.

Selanjutnya massa terus melakukan pelemparan dengan menggunakan batu ke arah pintu masuk kantor DPRD yang dijaga pengamaman sehingga tidak terkendali. “Karena tidak terkendali lemparan batunya, anggota kami ya itu Kasat Shabara AKP DP Sinaga kena lemparan batu besar, sehingga mengalami luka parah di keningnya, dan sekarang kami akan rujuk ke rumah sakit Brimob Medan, karena kondisinya lemah dan kemudian dia merasa pusing, karena kita di sini tidak lengkap alatnya kita akan merujuk ke Medan Sumatera Utara,” ujar Kapolres.

Kapolres menjelaskan, dari ratusan pengunjuk rasa itu, Polres Batubara mengamankan 44 orang, 14 orang diantaranya dilakukan tes urine dan 1 dinyatakan positif pengguna narkoba. (Amr)

%d blogger menyukai ini: