08/14/2022
Post Visitors:41

FBN – KABUPATEN KARAWANG | Usai peristiwa yang dialami KD (7) tahun salah satu warga Kabupaten Bekasi yang tenggelam hingga menyebabkan korban jiwa, yang diduga akibat lalainya control atau standar keamanan yang di pakai dari pihak pengelola wisata Tanjung Pakis Karawang pada (31/07/2020) lalu, hal itu rupanya tidak menjadi bahan pelajaran baik dari pengelola wisata maupun dari pihak Dinas Pariwisata Karawang.

Itu terlihat saat media fokusberitanasional.net mendatangi pariwisata Tanjung Pakis Karawang Minggu(09/08/2020), rupanya tempat pariwisata ini dalam pandemi Covid19 masih menjadi pilihan keluarga untuk berlibur sehinggga di penuhi para pengunjung yang datang dari berbagai daerah.

Namun disayangkan disaat pandemi Covid-19 seperti ini, tidak terlihat adanya sarana dan prasarana protokol kesehatan yang di terapkan oleh pihak pengelola pariwisata Tanjung Pakis Karawang.

Itu di ungkapkan oleh Sardi Ketua PWB (Paguyuban Wartawan Bekasi) yang datang ke lokasi untuk mendapatkan informasi jelasnya, dirinya menyayangkan dari ribuan para pengunjung yang datang, masih banyak di temukan tidak memakai masker, dan kerumunan pengunjung, tidak hanya itu di lokasi juga ditemukan adanya dua titik tempat hajat di sertai adanya hiburan seperti jaipong, dan organ tunggal.

” Di masa pandemi Covid-19 yang sedang melanda, terlihat protokol kesehatan yang di himbau oleh pemerintah tidak di terapkan dari pihak pengelola, standar keamanan bagi pengunjung juga tidak terlihat di lokasi, baik itu petugas pantai maupun himbauan lainnya.”Terangnya Sardi.

Masih kata dia, bagaimana bisa tidak memakan korban jiwa, dari keamanannya saja tidak di utamakan, seharusnya Pemkab Karawang turun langsung sajauh mana standar keamanan dari pengelola, namun kenapa pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang tidak menindak tegas pengelola tempat pariwisata, apa harus memakan korban jiwa lagi, Keluhnya Sardi.

Menurutnya Pemerintah Daerah terutama Dinas Pariwisata seharusnya sidak tempat pariwisata seperti ini, yang diduga hanya mengambil keuntungan dari pengunjung, namun melalaikan kemanan dan kenyamanannya pengunjung.

Dirinya memaparkan saat pengunjung datang diwajibkan membayar karcis, yang di situ tertera ada logo Pemerintah Kabupaten Karawang, baru beberapa Minggu yang lalu memakan korban jiwa, masa Pemerintahan Diam saja, atau memang di sengaja menutup mata karena adanya kepentingan.

“Saat awak media mencoba mengkonfirmasi pengelola tempat pariwisata, namun tidak ada satupun yang bisa di temui, karena terlihat kantor kosong, kami hanya meminta kepada Pemkab Karawang untuk bisa mengambil sikap tegas bagi pengelola pariwisata Tanjung Pakis, karena jika dibiarkan akan rawannya memakan korban jiwa, dan banyaknya peraturan protokol kesehatan yang tidak di terapkan dalam pandemi Covid19.”Tegasnya Ketua PWB.

Ditempat yang sama itu juga di ungkapkan Yanto, salah satu pengunjung asal Babelan Kabupaten Bekasi, dirinya juga menyayangkan dari pihak pengelola seakan tidak ada perhatian untuk pengunjung.

“Iya, padahal belum lama viral di Media adanya korban tenggelam, tapi pengelola tidak ada sama sekali himbauan untuk pengunjung, apa lagi untuk protokol kesehatan disini mah bebas, mungkin sudah bebas juga zona nya.”Ujarnya kepada media.

“Saat masuk saya harus membayar tiket Rp. 40.000 Ribu karena membawa mobil, apah itu perkendaraan atau menghitung per orang saya juga gak tau, karena saya dengan keluarga, namun gak ada arahan untuk memakai masker atau mencuci tangan saat di lokasi, apa lagi di pantai, udah ajah bebas bagi pengunjung yang mau berenang ke pantai gak ada namanya himbauan atau arahan dari pengelola pantai. Pungkasnya.

Reporter : (**Tif)

%d blogger menyukai ini: