08/17/2022
Post Visitors:40

FBN – KABUPATEN BEKASI ||Viral di media sosial ulah oknum SMKN 1 Pebayuran Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi yang mencatut nama Intansi Polri Polres Metro Bekasi yang tertulis di dalam pamplet dan terpasang dipagar sekolah SMKN 1 Pebayuran.

Diduga pemasangan pamplet tersebut secara sengaja oleh oknum yang ingin memanfaatkan nama Intansi Kepolisian demi menghindari Wartawan dan LSM.

Kapolres Metro Bekasi Kombes. Pol. Hendra Gunawan, S.I.K., M.Si. saat dikonfirmasi media melalui pesan WhatsApp nya mengatakan “Sedang dicek pak” ujarnya.

Kapolres mengarahkan untuk mengkonfirmasi ke Kanit Bintibmas Polresto Bekasi Ipda Suwari , untuk menindaklanjuti informasi yang beredar dan ramai di perbincangkan di kalangan wartawan dan LSM, Jumat (11/9/20).

Sesuai dengan arahan Kapolres Metro Bekasi, sejumlah media pun langsung melakukan konfirmasi kenomor kontak (Ipda.Suwari-red). Saat dikonfirmasi, Kanit Bintibmas Polresto Bekasi Ipda Suwari dalam pesan WhatsApp nya mengatakan kepada media “Siap Bapak dalam MOU sudah jelas bapak yang ada dalam pamplet tidak masuk dalam MOU, MKKS saya telponpun tidak angkat”, ungkapnya.

Saat dimintai tanggapan mengenai adanya pencatutan nama Intansi Polres Metro Bekasi didalam pamplet yang terpang pang disekolah SMKN 1 Pebayuran, peraktisi hukum H.Ulung Purnama, SH.MH berpendapat, “Dalam hal tersebut sangatlah jelas, diduga oknum yang telah mencatut nama Intansi kepolisian Polres Metro Bekasi dalam MoU tersebut telah melanggar pasal yang berlapis.

Pelaku dapat dijerat degan Pasal 378 KUHP dengan rumusan pasal sebagai berikut:

Barangsiapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum dengan menggunakan nama palsu atau martabat (hoedaningheid) palsu; dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi utang maupun menghapuskan piutang, diancam, karena penipuan, dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

Dilanjutkan dengan Pasal 310 ayat (1) KUHP : Barang siapa sengaja menyerang kehormatan atau nama baik seseorang dengan menuduhkan sesuatu hal, yang maksudnya terang supaya hal itu diketahui umum, diancam karena pencemaran dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

Serta dapat dikenakan, pasal 263 KUHP : ayat 1. Berbunyi “Barang siapa membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat menimbulkan sesuatu hak, perikatan atau pembebasan hutang, atau yang diperuntukkan sebagai bukti dari pada sesuatu hal dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain memakai surat tersebut seolah-olah isinya benar dan tidak dipalsukan, diancam jika pemakaian tersebut dapat menimbulkan kerugian karena pemalsuan surat degan pidana penjara paling lama enam tahun.

Dan ayat 2 berbunyi. “Akan diancam degan pidana yang sama, barang siapa dengan segaja memakai surat palsu atau yang dipalsukan seolah – olah sejati jika pemakaian surat itu dapat menimbulkan kerugian, Jelasnya.

Sementara itu, Nopiandi selaku Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS -red) SMKN Kabupaten Bekasi beberapa waktu yang lalu pernah beraudensi degan Kapolres Metro Bekasi.

Dan di dalam MOU ada salah satu pasal 4 ayat D. yang Berbunyi : “Hal hal yang berkaitan dengan masalah kriminalitas dan gangguan dengan pihak-pihak yang tidak berkepentingan.”

Menurut hemat saya selaku ketua MKKS bahwa dijabarkan dalam tata tertib (Tatib -red) adalah bersifat umum dan untuk menjaga dan mengatur tamu yang akan berkunjung serta tidak merugikan hak hak setiap tamu yang datang.

Terlebih dalam situasi Pandi Covid-19, setiap Instansi dapat membuat tata tertib yang berkaitan dengan protokol kesehatan, bukan memanfaatkan situasi dan kondisi yang akan memicu berbagai pandangan dan opini negatif. ( Red)

%d blogger menyukai ini: