08/11/2022
Post Visitors:21

FBN – PADANGSIDIMPUAN || Tenaga ahli medis Seorang dokter perempuan, EZ, 48, yang merupakan pasien suspek Covid-19 di Kota Padangsidimpuan meninggal dunia setelah beberapa jam masuk rumah sakit, Minggu (30/8) Padangsidimpuan, Sumatera Utara.

Kemudian di ikuti oleh seorang dokter perempuan lainnya dengan inisial AS, dinyatakan positif setetelah beberapa hari yang lalu diambil dan diuji sampel swabnya.

Sementara, Informasi di himpun dari lapangan, dokter yang meninggal di salah satu rumah sakit swasta itu belum sempat dirujuk ke RSUD Padangsidimpuan.

Dari Hasil diagnosa, pasien memiliki gejala yang menyerupai tanda-tanda Covid-19. Almarhumah EZ tercatat sebagai penduduk Helvetia, Kota Medan, dan tinggal bersama keluarganya di Padangsidimpuan.

Meski demikian jenazah almarhumah telah dimakamkan di perkuburan khusus Covid-19 di Kel. Silandit, Kec. Padangsidimpuan Selatan, kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara.

“Almarhumah masuk rumah sakit tadi pagi dan meninggal tadi siang. Sudah dimakamkan sesuai prtokol Covid-19,” ujar Plt. Direktur RSUD Padangsidimpuan Sopian Subri Lubis via telepon, saat di konfirmasi.

*Positif*

Sementara seorang dokter lainnya, AS, pada Sabtu (29/8) telah diterima hasil pemeriksaan sampel swabnya dengan kesimpulan positif. Dalam kesehariannya, dokter yang masih berusia 26 tahun ini bekerja di rumah sakit swasta di Kota Padangsidimpuan. Berkebetulan juga rumah sakit tempat pasien EZ meninggal dunia.

Menurut Sopian S Lubis yang juga defenitifnya Kadis Kesehatan Pemko Padangsidimpuan, AS telah diisolasi sejak beberapa hari lalu. Semua kontak eratnya juga telah menjalani isolasi mandiri.

Ditanya dimana dokter ini tertular, diperkirakan di Kota Padangsidimpuan. Di Karenakan AS tidak punya riwayat perjalanan luar kota, sehari – harinya bekerja di satu rumah sakit swasta dan satu Puskesmas. ( FBN 050 )

%d blogger menyukai ini: