11/29/2022
Post Visitors:66

KARAWANG – FBN | Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang akan di selenggarakan pada Rabu 9 Desember Tahun 2020 menjadi perhatian khusus bagi semua kalangan.

Karena pesta demokrasi 5 Tahunan kali ini berbeda seperti pada umumnya, situasi pandemi Covid – 19 atau wabah Virus Corona masih belum berakhir.

Sekali pun Pemerintah sudah menentukan masuk ke fase New Normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Tapi bukan berarti kondisi sudah benar – benar pulih seperti biasanya. Kekhawatiran beberapa pihak soal Tempat Pemungutan Suara (TPS) berpotensi menjadi cluster baru penyebaran Virus Corona memang sangat rasional, walau pun beberapa antisipasi sudah di persiapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Seperti halnya melengkapi petugas pemilihan dengan Alat Pelindung Diri (APD). Namun itu semua masih di anggap belum cukup.Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karawang, Ajang Supandi, SH. yang juga sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerakan Indonesia Raya (DPC Gerindra) Karawang, meminta kepada Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Karawang dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang agar melaksanakan Rapid Test terhadap seluruh petugas pemilihan sampai ke tingkat TPS sebelum di laksanakannya Pilkada.

Di katakannya. “Sebab dalam situasi yang masih sangat dinamis seperti sekarang ini, potensi penyebaran Virus Corona masih sangat besar.

Buktinya untuk Karawang saja beberapa hari ini peningkatan jumlah yang positif terpapar Covid – 19 terus bertambah. Padahal sudah dengan yakinnya memasuki fase AKB.

“Untuk itu, saya sebagai wakil rakyat memandang perlu adanya Rapid Test terhadap semua petugas pemungutan suara, karena kesehatan serta keselamatan rakyat lebih utama dari segalanya.

Setidaknya jika petugas sudah dapat di pastikan jaminan kesehatannya dengan memiliki imunitas yang kuat, tidak menjadi kekhawatiran masyarakat untuk mendatangi TPS.”, Jelas Ajang.

Lebih lanjut Ajang menekankan. “Ini semua perlu saya sampaikan dan harap menjadi perhatian khusus bagi KPUD dan Pemkab Karawang. Supaya semua menjadi tenang serta nyaman dalam menyambut hajat demokrasi Pilkada. Jangan sampai momentum pesta rakyat, malah menjadikan masalah bagi rakyat”.

“Pencegahan sebagai bentuk antisipasi akan lebih baik, dari pada mengobati. Masalahnya, untuk penanganan yang positif corona ini butuh biaya yang lebih besar, karena harus ada karantina dan lain sebagainya,”ungkapnya.

“Masalah biaya tidak perlu bingung, toh anggarannya ada kok. Biaya Tak Terduga (BTT) dari hasil refocusing juga kan masih banyak. Bisa saja di tarik untuk kepentingan Rapid Test petugas pemilihan.”, Pungkasnya. (Topan)

%d blogger menyukai ini: