Warga Cibarola Subang Terancam Bakteri Escherichia Coli

59

SUBANG, FOKUS BERITA NASIONAL.COM | Bakteri Escherichia Coli (E.coli) adalah bakteri yang biasanya hidup di dalam usus manusia dan hewan. Walau kebanyakan jenis E.coli hanya menyebabkan diare ringan, beberapa jenis tertentu seperti E.coli O157:H7 dapat menyebabkan infeksi usus serius yang mengakibatkan diare, sakit perut, dan demam, Minggu (14/4/2019)

Infeksi bakteri E.coli adalah infeksi yang dapat terjadi akibat air atau makanan yang terkontaminasi, terutama sayuran mentah dan daging yang tidak matang. Orang dewasa yang sehat biasanya pulih dari infeksi bakteri E.coli O157:H7 dalam seminggu, namun anak-anak dan lansia, orang dengan sistem imun yang lemah, serta wanita hamil, memiliki risiko yang lebih tinggi dalam mengalami gagal ginjal yang mengancam nyawa, atau dikenal sebagai Hemolytic Uremic Syndrome.

Jika air tinja tak diorganisir dengan baik, maka akan menjadi bagian dari mata rantai penularan penyakit. Sebab siklus penyakit dimulai dari tinja yang mengandung mikro organisme patogen. Tinja akan merangsek ke air dan tanah, Penyakit yang mudah menyebar dan mengakibatkan kematian ialah diare.

Dari tinja pola penyebaran penyakit dihantarkan melalui serangga, yang berperan aktif dalam penyebaran penyakit yang mudah menular. Serangga gemar menempatkan telurnya pada tinja. Sebab tinja manusia mengandung bahan-bahan yang dapat menjadi makanan hewan itu.

Berawal adanya keluhan dari warga Kampung Cibarola Rt. 37/14 Kelurahan Soklat, Kecamatan Subang Kabupaten Subang Jawa Barat, keluhan tersebut dikarenakan adanya pengusaha Sedot WC (Tinja) membuang limbah tinja tersebut di Cibarola.

Edi salah satu warga Kp. Cibarola mengatakan, Pihaknya sempat menegur pegawai Sedot WC tersebut, namun hanya berhenti beberapa hari, kemudian pengusaha Sedot WC kembali beraktifitas. “Beberapa hari kebelakang saya sempat menegur para pegawai Sedot WC itu, namun hanya sesaat saja sempat berhenti, ucap Edi.

Edi bersama awak media Fokus Berita Nasional.com kembali menegur pengusaha Sedot WC tersebut, al hasil pengusaha Sedot WC (Nur Jaya) mengatakan pihaknya sudah ke DLH, dan sempat mengakatakan pemerintah setempat belum menyediakan Fasilitas penampungan air tinja.

“Saya sempat dipanggil DLH, selain itu PUPR juga saya sudah ngobrol, kenapa DLH tidak menegur karena dia (DLH) belum menyediakan Fasilitas penampungan air Tinja,” ujar Nur Jaya.

Harapan warga dan pengusaha Sedot WC, Pemerintah setempat khususnya Dinas terkait secepatnya menyediakan Fasilitas penampungan air tinja, (Bahri).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini