Warga Menanyakan Papan Proyek Normalisasi Di Kp.Gili Gili Desa Sukajadi , Pelaksana “Iya Entar Sabar”

70

Kab.Bekasi – FBN | Kegiatan normalisasi yang di anggarkan oleh Pemerintah Daerah sepanjang kurang lebih 3 Km yang melintas antara Kp.Gili Gili sampai dengan Kp.Caringin Desa Sukajadi Kecamatan Suka Karya Kabupaten Bekasi, di duga tidak sesuai dengan standar dan di sinyalir pekerjaan yang asal asalan.

Pasalnya dalam pantuan awak media di lapangan tidak di temukannya papan royek , sehingga kegiatan yang sedang berlangsung tidak dapat diketahui nama kegiatan jumlah anggaran dan volume yang di kerjakan , disini saja pelaksana/pemborong sudah tidak bisa memberikan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Dimana itu sudah di atur dalam UU KIP no 14 Tahun 2008 , dan UU KIP ini juga di sarankan oleh Presiden Republik Indonesia Pak Joko Widodo , supaya masyarakat bisa ikut serta mengawasi pembangunan yang ada di daerah , namun masih saja ditemukan kontraktor yang tidak menghimbaunya.

Ini di lakukan oleh AWAY yang merupakan salah satu warga dan sekaligus tokoh pemuda Kp. Gili Gili mempertanyakan kepada pelaksana tentang papan nama kegitan tersebut agar masyarakat tau, nilai pagu anggaran dari mana anggarannya, dan pihak Cv atau PT apa yang mengerjakan proyek kegitan normalisasi tersebut karena menurutnya “bagaimana kami bisa ikut serta mengawasi pembangunan , kalo Papan Proyek saja tidak di pasang,sedangkan kegiatan berjalan sudah beberapa hari yang lalu.” Senin(11/11/19).

Dalam pertanyaan itu terjadi perdebatan adu argumentasi antara warga (Away) dengan pelaksana (yadi) , “Kami minta tolong papan nama kegiatan dipasang kalau tidak dipasang stop dulu bekonya jangan kerja “ucap away.

Nanti bang saya pasang, saya ambil dulu papan namanya, sabar, klo gak ada papan namanya silahkan abang stop, dengan nada keras pelaksana menjawab, namun sampai beberapa jam di tunggu papan nama tidak kunjung datang.

Warga dan aparat Desa Sukajadi pun (Kadus) akan menyetop pekerjaan tetsebut jika sampai besok tidak di pasang papan namanya, tegas Away.

Ketika media menayakan keberadaan consultan dan pengawas kepada pekerja dan pelaksana tidak ada di tempat lokasi pekerjaan , padahal pekerjaan tersebut sudah berjalan beberapa hari yang lalu.

Miris Pekerjaan yang seharusnya menjadi kepentingan masyarakat namun nampak terlihat pekerjaan di Duga hanya asal jadi , pengerukan yang tidak efektif , pinggiran kali atau saluran tidak dikeruk oleh beko dan hasil nya tidak maksimal, sehingga ini bisa merugikan uang negara.

Dimana yang seharusnya Pengawas dan konsultan menjalani tupoksi nya mengawasi pekerjaan , namun tidak ditemukan di lapangan sehingga memberikan kesempatan kepada kontraktor untuk melakukan pekerjaan Asal Jadi demi meraup keuntungan pribadi , besar harapan kepada Dinas terkait untuk tegas kepada kontraktor yang telah merugikan uang negara .

Reporter : (Ltf)