Warga Mengeluh Tiga, Tahun Mangkraknya Pembangunan Puskesmas Rawat Inap Desa Ulak Muid

61

KAB. MELAWI, FOKUS BERITA NASIONAL | Jarak tempuh yang sangat jauh dari pusat pelayanan kesehatan yang dirasakan oleh seluruh masyarakat Kecamatan Tanah Pinoh Barat, maka tidak heran jika warga bereaksi sangat keras mempertanyakan pembangunan Puskesmas Rawat Inap Ulak Muid Tanah Pinoh Barat yang dibangun melalui pihak ketiga, CV Cahaya Sari.

masyarakat Kecamatan Tanah Pinoh Barat merasa kurang puas dengan pembangunan puskesmas yang hingga kini belum bisa dimanfaatkan dan difungsikan semaksimal mungkin alias terkesan mangkrak.

PD Gerakan Nasional Pencegah Korupsi (GNPK- RI ) Kabupaten Melawi, Sukiman menyampaikan, keluhan yang terjadi pada masyarakat Desa Ulak Muid. Dia mengatakan, saat mau berobat harus ke Kota Baru Tanah Pinoh, dan yang lebih memprihatinkan lagi bagi masyarakat yang kurang mampu.

“Oleh karena itu, warga berharap kepada pemerintah terkait untuk meminta pertanggung jawaban kepada pihak CV. Cahaya Sari terkait pembangunan tersebut, terlebih kepada Kepala Dinas Kesehatan agar secara serius menyelesaikan pembangunannya, karena sarana kesehatan di Ulak Muid memang sangat urgensi,” kata Sukiman kepada fokus berita nasional.com

Sukiman menyesalkan pembangunan yang sudah tiga tahun lamanya,namun terbengkalai dan tidak ada tindak lanjut dari pemerintah dan instansi terkait.

Sebut saja Yahya salah seorang warga Desa Ulak Muid mengatakan, masyarakat juga mulai kesal dengan petugas medis, dokter, bidan, perawat yang bertugas di Puskesmas Tanah Pinoh Barat, karena jarang masuk ke tempat tugasnya. Seperti yang terjadi di Desa Ulak Muid.

“Yang lebih parah, saat warga mau berobat harus ke Puskesmas Kota Baru dan harus memakan biaya yang besar. Padahal kalau berobat di Ulak Muid paling hanya buat biaya perobatan saja, dan tidak ada biaya transportasi,” ujar Yahya saat melalui pesan singkat.

Selain pembangunan gedung yang terbengkalai, warga juga meminta kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Melawi agar mengevaluasi tenaga kesehatan Puskesmas Ulak Muid demi kelangsungan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami tidak mengharapkan dokter harus nginap di Ulak Muid,tetapi paling tidak dia seminggu 3 hari masuk, biar kami tahu jadwalnya untuk berobat ke dokter. Sementara yang selalu aktif masuk hanya perawat magang, mana yang pegawainya? Kalau yang magang juga tidak masuk kerja, maka puskesmas itu pun tidak buka.Jadi kami kecewa sekali terhadap pelayanan kesehatan di Tanah Pinoh Barat, yang tidak ada artinya sama sekali.

“bangunan Fisik puskesmas ini pun belum selesai dikerjakan, fasilitasnya juga sangat minim. Mau beli obat saja, kami di kasih hanya obat gratis yang tidak berkhasiat dan tidak bermutu.Terus kemana peran dokter yang bertugas dan Kepala Puskesmas di Tanah Pinoh Barat itu? Kini kami berada di daerah terpencil di tambah pelayanan kesehatan sangat tidak maksimal.

Reporter: Didik