11/30/2022
Post Visitors:106

FBN – Garut || Persoalan penarikan kendaraan oleh debt collektor sebuah leasing wom terjadi pada hari jum’at jam 9 malam tanggal 4 september 2020, finance seolah tak ada hentinya. Padahal jelas bahwa penarikan di jalan ini merupakan tindak kejahatan perampasan atau pembegalan yang patut dijerat hukum.

Namun WOM Finance Garut tampaknya masih saja menerapkan tindakan merampas ini dengan menggunakan debt collector. Walaupun terkadang mereka berdalih debt collector itu merupakan eksternal atau di luar karyawan.

Warga Garut atas nama Euis , menceritakan bagaimana pengalaman anaknya yang mendapat tindakan tidak senonoh oleh debt collector WOM Finance ketika berkunjung ke Cianjur.

Waktu itu mobilnya yang BPKB nya sudah digadaikan ke WOM Finance tengah dibawa anaknya bernama Anwar. Ketika perjalanan ke Cianjur, anaknya dikuntit oleh debt collector kurang lebih 6 motor.

Tiba-tiba pintu mobilnya digedor oleh debt collector dan disuruh berhenti di tengah jalan. Lalu terjadi percakapan bahwa pemilik mobil ini menunggak pembayaran kredit. Singkat kata, mereka ingin mengambil mobil itu.

Dalihnya, mobil itu akan dibawa ke kantor WOM. Namun Anwar ditipu karena waktu itu malam hari, debt collector berdalih kantor sudah tutup.anwar di bawa keliling di kota bandung untuk di klabui oleh debt collector. Walaupun anwar mau membayar sisa tunggakan , tapi tetap debt collector menarik paksa.

Anwar kemudian disuruh pulang naik greb online. Mereka para debt collector ini berjanji akan membayar biaya greb online. Namun rupanya Anwar ditipu dan sesampainya di cikalong ci anjur, greb online itu belum dibayar.

Kekesalan Anwar memuncak dia pun menceritakan pengalaman pahitnya itu ke orang tuanya. Sehingga kejadian ini pun akan dilaporkan ke Polisi.

Euis sendiri menceritakan, dia meminjam uang ke WOM Finance kurang lebih Rp 65 juta. Dia mencicil tiap bulan sebesar Rp 2.720.000 dan sudah mencicil sebanyak 21 kali. Kurang lebih sudah Rp 57 juta uang yang masuk.

Artinya uang yang sudah masuk ke WOM hampir saja melunasi uang pokok yang dia pinjam. Namun kenapa WOM tidak berkeprimanusiaan menarik mobilnya seperti begal.

Padahal Euis mengalami kredit macet bukan karena lalai. Tapi karena pandemi covid-19, menyebabkan ekonominya terpuruk dan sulit mencicil utang.
Euis besama keluarganya mendatangi kantor wom garut pada tanggal 30 september 2020 , untuk
melunasi kredit macet selama kurang lebih 6 bulan Rp 16 juata. Namun pihak WOM sendiri seolah mempermainkan. WOM seolah ingin menguasai dan melelang mobil Euis.

Karena ada indikasi bahwa nilai jual mobil itu masih tinggi. Sehingga jika dilelang, WOM akan mendapatkan keuntungan lebih tinggi daripada mendapatkan cicilan dari Euis.

Atas sikap Kurang ajar WOM ini, Euis akan segera melaporkan ke pihak kepolisian agar diusut tuntas atas dugaan tindakan pidana perampasan unit di tengah jalan. H Ujang Selamet. (Rilis/Red)

%d blogger menyukai ini: