oleh

Yessy Melania Bersama BPTP Kalbar Gelar Bimtek Teknologi Pasca Panen dan Pengolahan Kepada Petani Lada di Melawi

FOKUS BERITA MELAWI – Anggota DPR RI Komisi IV dari Fraksi Partai NasDem, Yessy Melania, S.E, membuka secara resmi acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Teknologi pasca panen dan pengolahan lada secara virtual kepada petani lada di Kabupaten Melawi. Kegiatan Bimtek yang digelar bersama Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Barat dilaksanakan di Aula Kurnia Water Park, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Kamis (25/11/21).

Kepala Dinas Pangan dan Perkebunan Kabupaten Melawi yang diwakili Kabid Pangan, Herri Purwanto, S.P dalam sambutannya mengatakan, pada tahun 1999 silam di kabupaten Melawi sempat meningkat produksi lada. Namun seiring berjalan waktu di Melawi mengalami penurunan.

“Pada Tahun 1999 lada di Kabupaten Melawi sempat booming dengan harga yang baik. Berjalannya waktu, produksi lada di Melawi mengalami penurunan”. Ungkap Herri Purwanto.

Lebih lanjut dikatakan, Indonesia adalah merupakan salah satu negara pengekspor lada tersebar. Sebanyak 80 persen produksi lada di ekspor ke luar negeri. Lada merupakan salah satu produk unggulan di bidang perkebunan setelah kelapa sawit, kopi dan teh di Indonesia.

“Saya berharap dengan adanya bimtek ini dapat memotivasi kembali petani lada untuk meningkatkan produksinya, khususnya di Kabupaten Melawi”. Ujarnya.

Kepala BPTP Kalbar Drs. Rustam Massinai, diwakili oleh Agus Subekti, S.P., M.P., menyampaikan, diambilnya tema Bimtek Teknologi Pasca Panen dan Pengolahan lada, karena sebelumnya telah dilakukan bimtek pembibitan dan budidaya lada sudah diberikan kepada kelompok tani.

“Pada bimtek ini kita fokuskan pada teknologi pasca panen dan pengolahan lada agar petani mengetahui kualitas atau mutu hasil panen yang baik, sehingga harga jual lada menjadi meningkat”. Kata Agus Subekti.

Lebih lanjut dikatakan, lada merupakan komoditas yang sangat strategis sejak zaman penjajahan Belanda. Rempah-rempah menjadi rebutan perdagangan dunia pada saat itu. Lada merupakan tanaman tropis yang dapat tumbuh subur di Indonesia hingga sekarang.

“Dengan pencahayaan matahari yang cukup seperti di Indonesia, lada dapat tumbuh secara baik”. Ucapnya.

Agus Subekti juga mengatakan, Kabupaten Melawi masih memiliki potensi lahan kering yang luas untuk dilakukan pengembangan budidaya tanaman lada dengan iklim yang ada. Berdasarkan data, luas area perkebunan lada di Kabupaten Melawi sebanyak 17 hektar dengan produktivitas 2.6 ton per hektar.

“Dengan potensi lahan yang masih luas diharapkan masih bisa meningkatkan produksi lada di Kabupaten Melawi. Elai itu, dengan pengolahan hasil panen yang tepat dapat meningkatkan harga lada tersebut, baik lada hitam maupun lada putih”. Harapnya.

Ditempat yang sama, Anggota DPR RI dari Komisi IV, Yessy Melania sebelum membuka acara secara resmi secara virtual dalam sambutannya mengatakan, bimtek ini dapat terselenggara berkat kerjasama Kementan RI dan Komisi IV DPR RI serta BPTP provinsi Kalbar. Ia berharap dengan bimtek ini kualitas produksi lada di Kabupaten Melawi dapat meningkat dengan harga jual yang tinggi.

“Bimtek ini bertujuan memberikan edukasi kepada petani dalam mengolah lada pasca panen. Sehingga hasil panen dapat meningkatkan kesejahteraan petani”. Ujar Yessy Melania.

Dikatakan Yessy, lada merupakan salah satu komoditi nasional yang sudah dicanangkan oleh pemerintah pusat untuk mendongrak kualitas ekspor dan perekonomian petani lada di Indonesia. Untuk mecapai hal tersebut, petani diberikan edukasi berupa bimtek untuk menambah pengetahuan petani itu sendiri.

“Berjalan waktu, pengetahuan teknologi pertanian menjadi kunci sukses petani dalam meningkatkan kualitas produksi pertaniannya dengan kualitas ekspor”. Ungkap Yessy.

Masih menurut Yessy, Amerika dan Jepang merupakan salah satu negara yang kebutuhan ladanya membeli dari luar, terutama dari Indonesia. Tentunya dalam standar ekspor, komoditi lada harus memiliki syarat-syarat kualitas ekspor yang telah disepakati.

“Untuk mewujudkan hasil produksi lada yang berkualitas ekspor perlu ada kerjasama semua pihak. Baik pemerintah pusat, daerah dan petani itu sendiri. Komisi IV akan terus bersinergi untuk memberikan penguatan baik dari sisi teknologi pertanian dan anggaran. Saya berharap dengan Bimtek ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh petani”. Tutupnya.

Selama kegiatan bimtek berlangsung, semua peserta dan panitia tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

(Dk)

Komentar

Fokus Berita Nasional